
Kylian Mbappe. (Dok. Kylian Mbappe)
JawaPos.com–Kabar kurang sedap datang dari ruang medis Real Madrid. Di tengah kabar kembalinya Kylian Mbappe ke lapangan usai absen tiga minggu, muncul laporan yang cukup menghebohkan, klub diduga melakukan kesalahan serius dalam proses diagnosis cedera sang bintang.
Penyerang Real Madrid Kylian Mbappe sempat mengalami masalah lutut yang cukup mengganggu dalam beberapa bulan terakhir. Dia harus menepi pada Desember dan Februari. Meski kini sudah kembali bermain dan terlihat fit, cerita di balik proses pemulihannya ternyata tidak sesederhana yang terlihat.
Selama masa pemulihan, Kylian Mbappe menjalani serangkaian pemeriksaan di fasilitas latihan Real Madrid, Valdebebas. Awalnya, cedera tersebut dianggap tidak serius. Namun, sang pemain memutuskan untuk mencari second opinion dengan pergi ke Prancis. Dari situlah situasi mulai berubah.
Melansir Football Espana, ada ketidakpuasan dari Mbappe terkait cara penanganan yang dia terima di Madrid. Bahkan, muncul klaim yang cukup mengejutkan soal kesalahan mendasar dalam proses pemeriksaan.
”Dia mendapat diagnosis buruk di Madrid, dia jelas tidak menyukainya dan bahkan marah. Yang dikatakan di lingkaran resmi adalah bahwa kesalahan itu benar-benar besar. Dikatakan bahwa di Real Madrid mereka memeriksa lutut yang salah. Bagi Real Madrid, ini benar-benar memalukan apa yang telah terjadi. Saya pikir kita telah menghindari hal terburuk bagi Mbappe,” tulis sebuah laporan Football Espana.
Real Madrid tentu lega karena Mbappe kini sudah kembali merumput tanpa masalah berarti. Tapi di sisi lain, laporan ini kembali menyorot kinerja staf medis klub yang beberapa kali mendapat kritik dalam beberapa tahun terakhir.
Melansir Give Me Sport, dalam wawancara dengan media Prancis, Mbappe secara jujur mengungkapkan bagaimana masa sulit itu memengaruhi dirinya, baik secara fisik maupun mental.
”Ada banyak rasa frustrasi, banyak kemarahan, dan kemudian juga sedikit kecemasan pada suatu titik. Saya telah mencapai tahap di mana saya tidak tahu apa yang salah dengan saya. Saya tidak melewati masa itu dengan baik. Saya bukanlah pemain yang paling bahagia di dunia. Tapi sekarang saya bahagia karena itu benar-benar sudah berlalu. Semuanya sudah hilang,” ujar Mbappe.
Ucapan itu cukup menggambarkan betapa membingungkannya situasi yang ia hadapi saat itu. Bayangkan saja, seorang pemain top dunia tidak tahu pasti apa yang terjadi pada tubuhnya sendiri.
