
Cole Palmer tampil berbeda di timnas Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel. (ig @colepalmer10)
JawaPos.com–Cole Palmer akan tampil dalam versi yang berbeda saat membela timnas Inggris. Jika di level klub dia sering dikunci di sisi kanan, di bawah Thomas Tuchel, sang playmaker justru diberi kebebasan penuh untuk mengeksplorasi permainan.
Perbedaan pendekatan ini langsung terlihat selama jeda internasional pada Maret. Thomas Tuchel mulai bereksperimen dengan peran Cole Palmer di timnas Inggris dan hasilnya cukup menarik perhatian.
Di Chelsea, peran Cole Palmer di bawah Liam Rosenior cenderung kaku. Dia lebih sering ditempatkan di sayap kanan, dengan tugas menjaga lebar permainan dan berkolaborasi dengan bek sayap yang overlap.
Baca Juga:Jamie Carragher Sebut Warisan Mohamed Salah di Premier League Lebih Besar dari Cristiano Ronaldo
Pendekatan ini memang punya tujuan taktis jelas, tapi di sisi lain juga dianggap membatasi potensi Palmer. Terlebih saat performa Chelsea menurun dalam beberapa laga terakhir, perdebatan soal posisi terbaiknya pun semakin menguat.
Masalahnya sederhana, pemain paling kreatif justru tidak berada di pusat permainan. Melansir The Chelsea Chronicle, berbeda dengan situasi di klub, Thomas Tuchel justru mengambil pendekatan yang jauh lebih fleksibel. Dalam sesi latihan timnas Inggris, Palmer digunakan dalam posisi free role bahkan disebut sebagai joker.
Dalam skema ini, dia bersama Jude Bellingham tidak terikat posisi tertentu. Keduanya bergerak dinamis, mengisi ruang kosong, dan menjadi penghubung permainan bagi siapa pun yang membutuhkan.
Konsep ini bukan sekadar eksperimen iseng. Tuchel tampaknya ingin melihat bagaimana dua pemain kreatif ini bisa bekerja tanpa batasan posisi, terutama menjelang laga-laga penting ke depan.
Keputusan Tuchel ini bisa jadi memberi pesan jelas: kemampuan terbaik Palmer justru muncul ketika ia tidak dibatasi. Dengan visi permainan, kesadaran ruang, dan kemampuan membaca situasi, Palmer lebih efektif saat bermain di tengah, mengatur tempo dan mengalirkan bola ke berbagai arah.
Pendekatan ini juga sejalan dengan pandangan banyak pihak yang menilai bahwa posisi ideal Palmer adalah sebagai nomor 10. Situasi ini secara tidak langsung membuka kembali diskusi lama di Chelsea. Apakah mereka selama ini memainkan Palmer di posisi yang kurang tepat?

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
