Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Maret 2026, 02.24 WIB

Kisah Marko Arnautovic: Bad Boy Austria yang Pernah Bikin Jose Mourinho Geleng Kepala

Marko Arnautovic. (Istimewa) - Image

Marko Arnautovic. (Istimewa)

JawaPos.com–Nama Marko Arnautovic selalu punya cerita menarik dalam perjalanan karirnya. Dikenal sebagai bad boy dari Austria saat muda, Arnautovic justru sempat menjadi bagian dari skuad Inter Milan yang meraih treble bersejarah pada 2010.

Arnautovic datang ke Italia di usia 18 tahun, saat Inter Milan masih dilatih Jose Mourinho. Kepercayaan dirinya sudah terlihat sejak awal.

Dalam pertemuan pertama, dia dengan santai mengklaim dirinya lebih baik dibanding Zlatan Ibrahimovic, Hernan Crespo, hingga Adriano. Mourinho hanya menanggapi dengan tawa, seolah tahu sedang berhadapan dengan talenta besar yang belum matang.

Namun, bakat Arnautovic kerap dibayangi sikapnya. Selama di Inter, dia dikenal sering datang terlambat, baik untuk latihan maupun pertemuan tim.

Salah satu kisah paling diingat terjadi saat tim berada di Abu Dhabi. Dalam satu hari, Arnautovic terlambat untuk latihan, meeting, bahkan pertandingan.

Menariknya, dia mencoba menebus kesalahan dengan cara ekstrem. Keesokan harinya, Arnautovic datang empat jam lebih awal ke tempat latihan.

Mourinho yang melihat hal itu langsung menyapanya dengan hangat dan bahkan memberikan jam tangan pribadi. Kisah ini kemudian menjadi simbol hubungan unik antara pelatih dan pemain tersebut.

Mourinho sendiri pernah menyebut Arnautovic sebagai pemain berbakat, tetapi dengan sikap seperti anak kecil. Apalagi saat itu dia juga dekat dengan Mario Balotelli, sosok lain yang juga dikenal kontroversial. Kombinasi keduanya cukup membuat sang pelatih pusing.

Meski perjalanan awalnya penuh warna, Arnautovic kemudian menemukan bentuk terbaiknya di Inggris bersama Stoke City dan West Ham United. Di Stoke, dia sempat membentuk duet menarik bersama Xherdan Shaqiri yang dikenal kreatif dan eksplosif.

Karirnya berlanjut ke Bologna FC sebelum akhirnya kembali ke Inter. Di periode kedua ini, Arnautovic nyaris meraih trofi Liga Champions lagi. Namun, langkah Inter harus terhenti di final setelah kalah telak dari Paris Saint-Germain.

Kini, Arnautovic dikenang sebagai pemain dengan teknik tinggi dan kemampuan menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya. Dari sosok kontroversial hingga pemain berpengalaman, perjalanan kariernya menjadi bukti bahwa talenta besar sering datang dengan cerita yang tak biasa.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore