
Ilustrasi Oman dan Kuwait mundur dari FIFA Series Azerbaijan. (Istimewa)
JawaPos.com–Keputusan mengejutkan kembali datang dari ajang FIFA Series yang digelar di Azerbaijan. Setelah sebelumnya Kuwait lebih dulu menyatakan mundur, kini giliran Oman yang mengambil langkah serupa.
Situasi konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Dengan mundurnya dua negara tersebut, FIFA Series di Azerbaijan harus mengalami penyesuaian. Turnamen yang semula dirancang melibatkan empat tim kini hanya diikuti tiga negara, yakni Azerbaijan sebagai tuan rumah, Sierra Leone, dan St Lucia.
Absennya Oman berdampak langsung pada format pertandingan. Jadwal yang sudah disusun sebelumnya tidak bisa dijalankan sepenuhnya. Alhasil, hanya dua laga yang akan digelar sepanjang turnamen mini ini.
Pertandingan pertama akan mempertemukan Azerbaijan melawan St Lucia pada 27 Maret. Laga ini menjadi pembuka sekaligus kesempatan bagi tuan rumah untuk memanfaatkan dukungan publik sendiri. Azerbaijan tentu diunggulkan, namun St Lucia tetap berpotensi memberikan kejutan.
Sementara itu, pertandingan kedua akan berlangsung pada 30 Maret yang mempertemukan Sierra Leone melawan Azerbaijan. Laga ini bisa menjadi penentu, terutama jika Azerbaijan mampu meraih hasil positif di pertandingan pertama.
Menariknya, duel antara St Lucia dan Sierra Leone dipastikan tidak akan digelar. Hal ini karena sejak awal kedua tim memang dijadwalkan untuk menghadapi Oman, bukan saling berhadapan. Dengan mundurnya Oman, laga tersebut otomatis dibatalkan tanpa pengganti.
Kondisi ini tentu membuat turnamen terasa kurang ideal. FIFA Series sendiri dirancang sebagai ajang bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk saling bertemu dan menambah pengalaman internasional. Namun, situasi global yang tidak menentu membuat rencana tersebut harus beradaptasi.
Bagi Azerbaijan, kesempatan ini tetap menjadi momen penting untuk mengasah tim. Begitu pula dengan Sierra Leone dan St Lucia yang tetap bisa memanfaatkan dua laga tersisa sebagai ajang evaluasi dan peningkatan performa.
Meski hanya berlangsung singkat, FIFA Series di Azerbaijan tetap menarik untuk diikuti. Setiap pertandingan akan memiliki arti penting, terutama dalam mengukur kekuatan tim di tengah keterbatasan yang ada.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
