
Pelatih Como Cesc Fabregas. (Istimewa)
JawaPos.com–Pelatih Cesc Fabregas memberikan penjelasan terkait momen emosional yang dia tunjukkan saat Como 1907 mencetak gol kelima ke gawang Pisa SC. Laga itu dimainkan Minggu (22/3).
Alih-alih merayakan dengan penuh euforia, Cesc Fabregas justru terlihat menundukkan kepala di pinggir lapangan. Momen tersebut sempat menjadi perhatian karena terjadi di tengah kemenangan telak 5-0 Como atas Pisa.
Namun, Cesc Fabregas menegaskan bahwa gestur itu bukan tanpa makna. Dia menyebut kemenangan Como atas Pisa tersebut terasa berbeda karena tim baru saja kehilangan sosok penting yang memiliki peran besar dalam perjalanan klub.
”Hari ini adalah kemenangan penting. Sekali lagi saya ingin mengingatkan bahwa kami telah kehilangan seseorang yang sangat berarti bagi kami,” ujar Fabregas dalam pernyataannya usai pertandingan dikutip dari akun X @Gilabola_ina.
Dia merujuk pada sosok Michael Bambang Hartono yang memiliki visi besar terhadap perkembangan Como. Fabregas menilai, kontribusi Hartono tidak hanya sebatas dukungan finansial, tetapi juga keyakinan terhadap masa depan klub dan kota Como itu sendiri.
”Terima kasih untuk beliau yang telah percaya kepada klub ini dan juga kota ini. Dia melihat sesuatu yang jauh ke depan,” lanjut mantan gelandang Arsenal dan FC Barcelona tersebut.
Menurut Fabregas, kehilangan tersebut menjadi momen refleksi bagi seluruh tim. Dia menegaskan bahwa kenangan terhadap sosok Hartono harus tetap dijaga dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang. Karena itu, kemenangan besar atas Pisa tidak hanya soal tiga poin, tetapi juga bentuk penghormatan.
”Kita tidak bisa melupakan beliau. Ini harus dikenang dengan penuh kasih sayang. Saya rasa kemenangan hari ini kami dedikasikan untuk Michael dan seluruh keluarga Hartono,” ucap Fabregas.
Kemenangan ini juga memperlihatkan performa impresif Como yang tampil dominan sepanjang laga. Namun di balik pesta gol tersebut, terselip pesan emosional yang memperlihatkan sisi lain dari sepak bola bahwa di luar persaingan di lapangan, ada nilai kebersamaan dan penghormatan yang tetap dijunjung tinggi.
Gestur sederhana Fabregas menjadi simbol bahwa kemenangan bisa memiliki arti lebih dalam. Bagi Como, hasil ini bukan sekadar angka di papan skor, tetapi juga penghormatan bagi sosok yang telah membantu membangun fondasi klub menuju masa depan.
