
Mantan kapten Chelsea John Terry. (Istimewa)
JawaPos.com–Nama John Terry dikenal sebagai salah satu bek terbaik di generasinya. Bersama Chelsea FC, dia meraih berbagai gelar bergengsi dan menjadi simbol kepemimpinan di lapangan.
Namun, di balik prestasi gemilang tersebut, karir Terry juga diwarnai sejumlah kontroversi yang sempat menghebohkan publik sepak bola Inggris. Salah satu kasus paling disorot terjadi pada Oktober 2011 dalam laga antara Chelsea melawan Queens Park Rangers.
Dalam pertandingan itu, Terry dituduh melontarkan kata-kata bernada rasial kepada bek QPR Anton Ferdinand. Kasus ini kemudian bergulir ke ranah hukum dan menjadi perhatian luas, tidak hanya di Inggris tetapi juga dunia.
Baca Juga:Daftar 21 Negara Lolos Piala Asia 2027: ASEAN Kirim Tiga Wakil, Vietnam Diuntungkan Sanksi Malaysia
Pada 2012, pengadilan pidana akhirnya membebaskan Terry dari tuduhan tersebut karena kurangnya bukti yang kuat. Meski begitu, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) tetap menjatuhkan sanksi berupa larangan bermain selama empat pertandingan dan denda sebesar 220 ribu poundsterling. Imbas lainnya, jabatan kapten di timnas Inggris yang saat itu dipegang Terry juga dicopot.
Kontroversi lain yang tak kalah besar adalah skandal perselingkuhannya dengan Vanessa Perroncel, yang saat itu merupakan pasangan dari Wayne Bridge. Kasus ini mencuat pada 2010 dan langsung menjadi sorotan media Inggris.
Situasi tersebut membuat pelatih timnas Inggris kala itu, Fabio Capello, mengambil keputusan tegas dengan mencopot ban kapten dari Terry. Dampak dari skandal tersebut tidak hanya dirasakan Terry, tetapi juga Bridge. Bek kiri tersebut bahkan memilih mundur dari timnas Inggris karena merasa situasi yang terjadi bisa mengganggu keharmonisan tim.
Ketegangan di antara keduanya terlihat jelas saat Chelsea bertemu Manchester City, klub yang dibela Bridge saat itu. Dalam momen yang terekam kamera, Bridge menolak berjabat tangan dengan Terry sebelum pertandingan dimulai.
Terlepas dari berbagai kontroversi tersebut, tak bisa dimungkiri bahwa kontribusi Terry di dunia sepak bola tetap besar. Dia tetap dikenang sebagai kapten tangguh yang membawa Chelsea meraih masa kejayaan.
Namun, kisah karirnya juga menjadi pengingat bahwa kehidupan pesepak bola profesional tidak lepas dari sorotan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
