Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Maret 2026, 05.54 WIB

5 Kasus Gelar Dicabut di Sepak Bola: Dari Senegal hingga Skandal Calciopoli Juventus

Gelar juarfa Piala Afrika 2026 milik Senegal resmi dicabut. (Istimewa) - Image

Gelar juarfa Piala Afrika 2026 milik Senegal resmi dicabut. (Istimewa)

 

JawaPos.com-Sepak bola identik dengan drama di atas lapangan. Namun dalam sejumlah kasus, cerita justru berlanjut setelah peluit panjang dibunyikan. Bahkan, ada momen ketika gelar juara yang sudah dirayakan harus dicabut akibat pelanggaran aturan, skandal, hingga keputusan federasi.

Kasus terbaru yang menyita perhatian datang dari Timnas Senegal. Secara mengejutkan, gelar Piala Afrika yang sempat mereka raih resmi dianulir oleh CAF. Keputusan ini menjadi salah satu yang paling jarang terjadi dalam sejarah sepak bola modern.

Fenomena ini bukan yang pertama. Berikut lima kasus besar ketika hasil pertandingan hingga gelar juara berubah karena faktor di luar lapangan, seperti dilansir dari Al-Jazeera.

1. Senegal: Juara yang Berubah di Meja Hijau

Kontroversi final Piala Afrika menjadi sorotan utama. Senegal sempat dinyatakan menang dan mengangkat trofi, namun protes keras terkait keputusan penalti membuat laga diwarnai ketegangan.

Situasi memanas hingga Senegal sempat meninggalkan lapangan. Meski pertandingan dilanjutkan dan mereka tetap dinyatakan menang, proses hukum berjalan setelahnya.

Komite banding CAF akhirnya memutuskan Senegal melanggar regulasi. Hasil pertandingan diubah menjadi kekalahan 0-3 (walk out), dan gelar diberikan kepada Timnas Maroko.

 

2. Juventus: Skandal Calciopoli Mengguncang Italia

Kasus Juventus pada 2006 menjadi salah satu yang paling terkenal. Skandal pengaturan wasit dalam kompetisi Serie A, yang dikenal sebagai Calciopoli, mengungkap praktik manipulasi yang melibatkan sejumlah pihak.

Akibatnya, Juventus dicabut gelar musim 2004–2005 dan 2005–2006. Tak hanya itu, klub raksasa Italia tersebut juga harus menerima hukuman degradasi ke Serie B.

 

3. Marseille: Skandal Suap yang Menghapus Gelar

Olympique de Marseille mengalami nasib serupa pada 1993. Klub asal Prancis itu terbukti terlibat dalam pengaturan skor di liga domestik.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore