Sekretaris Jenderal CAF, Veron Mossengo-Omba, mengundurkan diri di tengah kontroversi pencabutan gelar Senegal di Piala Afrika 2025 dan meningkatnya kritik terhadap kepemimpinan federasi. (Instagram/@esohnasports)
JawaPos.com - Veron Mossengo-Omba resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal CAF di tengah situasi yang semakin panas di sepak bola Afrika.
Pria berusia 66 tahun itu menyatakan dirinya pensiun, tetapi waktu kepergiannya sulit dipisahkan dari krisis besar yang sedang melanda CAF.
Melansir RTE, dalam beberapa pekan terakhir, tekanan terhadap Mossengo-Omba terus meningkat, mulai dari kritik soal dirinya tetap menjabat melewati batas usia pensiun wajib organisasi hingga tuntutan penyelidikan atas dugaan korupsi di tubuh federasi.
Kontroversi terbesar tentu datang dari keputusan CAF yang mencabut gelar Piala Afrika 2025 (AFCON) milik Senegal dan memberikannya kepada Maroko. Keputusan itu memicu kemarahan luas karena dibuat dua bulan setelah final berlangsung.
CAF memutuskan Senegal dianggap kalah karena para pemain sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap penalti kontroversial yang diberikan kepada Maroko di menit-menit akhir. Hasil akhir laga kemudian diubah menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko.
Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari Senegal. Federasi sepak bola negara itu telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), sementara pemerintah Senegal juga menyerukan penyelidikan internasional terkait dugaan korupsi di CAF.
Baca Juga:Anti Malu! Senegal Nekad Adakan Parade Trofi Piala Afrika di Paris Meski Gelarnya Dicabut CAF
Bahkan, Senegal secara terbuka memamerkan trofi AFCON mereka sebelum laga persahabatan melawan Peru di Paris sebagai bentuk perlawanan simbolis terhadap keputusan CAF. Para pemain melakukan parade trofi di Stade de France dan tetap menganggap diri mereka sebagai juara sah turnamen tersebut.
Mossengo-Omba sendiri sudah lama menjadi figur kontroversial di CAF. Selain kritik soal usianya yang sudah melewati batas pensiun wajib 63 tahun, ia juga beberapa kali dituduh menciptakan suasana kerja yang tidak sehat di internal organisasi. Meski sempat ada investigasi internal yang membebaskannya dari tuduhan tersebut, reputasinya telanjur mendapat sorotan.
Pria kelahiran Kongo yang juga memiliki kewarganegaraan Swiss itu sebelumnya pernah bekerja di FIFA dan dikenal dekat dengan presiden FIFA, Gianni Infantino.
Di tengah kekacauan tersebut, CAF juga mengumumkan sejumlah perubahan besar untuk masa depan sepak bola Afrika. Piala Afrika akan diperluas dari 24 menjadi 28 peserta, meski belum dijelaskan secara rinci kapan format baru itu mulai diterapkan.
CAF juga berencana meluncurkan Nations League versi Afrika mulai 2029, dengan turnamen final 16 tim yang digelar setiap dua tahun sekali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022