
Aksi Bryan Mbeumo bersama Manchester United. (Istimewa)
JawaPos.com–Performa Bryan Mbeumo bersama Manchester United tengah menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Dalam empat pertandingan terakhir, pemain asal Kamerun itu belum mampu mencatatkan gol maupun assist.
Tak hanya soal statistik, kontribusinya di atas lapangan juga dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi Manchester United. Salah satu faktor yang dianggap memengaruhi penurunan performa Bryan Mbeumo adalah perubahan peran yang dijalani.
Belakangan ini, dia lebih sering dimainkan sebagai striker utama Manchester United. Padahal, secara karakter permainan, Bryan Mbeumo bukan tipe penyerang yang efektif bermain sebagai ujung tombak tunggal.
Bryan Mbeumo dikenal lebih nyaman beroperasi dengan ruang gerak yang fleksibel, bukan sebagai target man yang harus berduel fisik dengan bek lawan. Ketika dipaksa bermain di posisi tersebut, dia kesulitan memaksimalkan kelebihannya seperti kecepatan dan pergerakan tanpa bola.
Hal ini membuatnya sering kalah dalam duel udara, terutama saat menerima umpan panjang. Skema permainan MU juga dinilai kurang mendukung. Kiper seperti Lammens kerap mengirim bola langsung ke depan ke arah Mbeumo.
Strategi ini justru kurang efektif, mengingat duel udara bukan kekuatan utamanya. Berbeda dengan Benjamin Sesko yang memiliki postur tinggi dan kemampuan lompatan lebih baik untuk mengganggu lini belakang lawan.
Di sisi lain, opsi di posisi sayap kanan juga tidak mudah. Amad Diallo tampil cukup konsisten dengan kontribusi defensif dan work rate tinggi.
Selain itu, kemampuan dribble satu lawan satu yang dia miliki membuatnya lebih unggul dalam skema permainan cepat. Hal ini membuat Mbeumo kesulitan merebut posisi utama di sektor tersebut.
Jika dimainkan di kanan, Mbeumo juga membutuhkan dukungan full back yang aktif membantu serangan. Namun, kontribusi dari Diogo Dalot dalam situasi tersebut dinilai belum optimal untuk memaksimalkan potensi Mbeumo.
Menariknya, ketika Mbeumo dimainkan sebagai striker, MU justru lebih sering mengandalkan crossing. Sebaliknya, saat Sesko tampil yang secara atribut lebih kuat dalam duel udara intensitas crossing malah menurun.
Hal ini menimbulkan tanda tanya terkait konsistensi pendekatan taktik tim. Melihat situasi ini, Sesko dinilai layak mendapatkan kesempatan sebagai starter di laga berikutnya.
Kombinasi lini depan yang melibatkan Matheus Cunha, Sesko, dan Amad Diallo bisa menjadi opsi menarik. Sementara itu, Mbeumo berpotensi lebih efektif jika dimainkan sebagai pemain pengganti untuk memberikan dinamika baru saat pertandingan berjalan.
