
Bek Liverpool Ibrahima Konate. (Instagram @ibrahimakonate)
JawaPos.com–Liverpool mengutuk pelecehan rasis yang ditujukan kepada bek tengah mereka Ibrahima Konate sebagai merendahkan martabat manusia, pengecut, dan berakar pada kebencian. Ibrahima Konate menerima diskirimasi tersebut dari media sosial.
Pemain internasional Prancis itu terlibat dalam bentrokan dengan Victor Osimhen yang mengakibatkan sang striker diganti pada babak pertama karena cedera yang kemudian didiagnosis sebagai patah lengan.
Hal itu menyebabkan bek tengah tersebut menjadi sasaran melalui media sosial pribadi. Perilaku itu telah disebut Liverpool sama sekali tidak dapat diterima setelah kejadian menimpa pemainnya
”Ini merendahkan martabat manusia, pengecut, dan berakar pada kebencian. Rasisme tidak memiliki tempat di sepak bola, tidak memiliki tempat di masyarakat, dan tidak memiliki tempat di mana pun, baik daring maupun luring,” demikian pernyataan klub tersebut.
”Para pemain kami bukanlah target. Mereka adalah manusia. Pelecehan yang terus diarahkan kepada para pemain, seringkali tersembunyi di balik akun anonim, merupakan noda pada permainan dan pada platform yang membiarkannya terus berlanjut,” sambung dia.
Seluruh dunia sepak bola diharapkan bersatu dan mengatakan dengan jelas tanpa kompromi, bahwa rasisme tidak akan ditoleransi. ”Kata-kata kecaman saja tidak cukup. Perusahaan media sosial harus bertanggung jawab dan bertindak sekarang,” tambah pernyataan itu.
”Platform-platform ini memiliki kekuatan, teknologi, dan sumber daya untuk mencegah pelecehan (rasial) ini, namun terlalu sering mereka gagal melakukannya. Membiarkan kebencian rasis menyebar tanpa terkendali adalah sebuah pilihan,” imbuh pernyataan itu.
Namun, pilihan itu terus merugikan pemain, keluarga, dan komunitas di seluruh dunia sepak bola. Liverpooll akan terus menawarkan dukungan penuh kepada Ibrahima dan akan bekerja sama dengan pihak berwenang terkait untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab sedapat mungkin.
”Tetapi beban tidak dapat terus dibebankan kepada pemain dan klub untuk menanggapi setelah kerusakan telah terjadi. Situasi saat ini tidak dapat dibiarkan berlanjut. Situasi ini harus dihadapi, ditentang, dan diberantas, bukan besok, tetapi sekarang,” tulis The Reds.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
