
Marvin Senaya. (Istimewa)
JawaPos.com - Bek kanan AJ Auxerre, Marvin Senaya tengah menjadi sorotan setelah menerima panggilan dari dua tim nasional sekaligus, yakni Timnas Ghana dan Timnas Togo.
Situasi ini membuat pemain berusia 25 tahun tersebut berada dalam dilema besar terkait masa depan karier internasionalnya.
Saat ini, Senaya bermain untuk klub Ligue 1, AJ Auxerre. Performanya yang cukup stabil sebagai bek kanan membuat namanya mulai dilirik di level internasional.
Baca Juga:Aston Villa Tumbangkan Lille, John McGinn Beri Pujian untuk Jadon Sancho dan Emiliano Martinez
Sepanjang musim ini, ia telah mencatatkan 20 penampilan di liga dengan kontribusi satu gol, menunjukkan konsistensi di lini pertahanan sekaligus kemampuan membantu serangan.
Menariknya, Senaya memiliki latar belakang keluarga yang memungkinkan dirinya membela lebih dari satu negara.
Ia lahir di Prancis, namun memiliki darah Togo dari sang ayah, Yao Mawuko Senaya, yang merupakan mantan pemain tim nasional Togo. Sementara itu, ibunya berasal dari Ghana, yang membuatnya juga memenuhi syarat untuk memperkuat Black Stars.
Hingga saat ini, Senaya belum pernah mencatatkan caps resmi di level senior untuk negara manapun.
Hal ini membuatnya masih bebas menentukan pilihan tanpa harus melalui proses pergantian federasi yang rumit. Namun, keputusan tersebut tentu tidak mudah, mengingat kedua negara sama-sama menawarkan peluang dan tantangan yang berbeda.
Ghana dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Afrika dengan sejarah panjang di turnamen besar seperti Piala Dunia dan Piala Afrika.
Sementara itu, Togo mungkin tidak sepopuler Ghana, namun memiliki ikatan emosional yang kuat bagi Senaya melalui garis keturunan ayahnya.
Situasi ini bukan hal baru dalam sepak bola modern, di mana banyak pemain dengan latar belakang multinasional harus menentukan pilihan negara yang akan mereka bela.
