
Sadio Mane mengangkat Piala Afrika 2026/ Maroko menjadi juara Piala Afrika 2026 setelah kemenangan Senegal dibatalkan! (instagram.com/@fsfofficielle)
JawaPos.com – Belum genap dua bulan merayakan gelar juara Piala Afrika 2025, Senegal harus menyerahkan trofi yang didapatkannya tersebut kepada Maroko. Ironisnya, Maroko merupakan negara yang mereka kalahkan (1-0) dalam final di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, pada 19 Januari lalu.
Kemarin (18/3), Federasi Sepakbola Afrika (CAF) merilis keputusan kontroversial dengan mencabut gelar juara Piala Afrika dari Sadio Mane dkk. Gelar juara kemudian diberikan kepada Singa Atlas – julukan Maroko. ’’Dewan Banding memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Regulasi Piala Afrika, Senegal dinyatakan kalah 0-3,’’ tulis CAF dalam keputusannya dikutip dari AFP.
Akibat sempat Walkoff
The Lions of Teranga – julukan timnas Senegal– dinyatakan bersalah karena aksi walkoff-nya selama 10 menit saat final kala itu. Meski, setelah dibujuk Mane, Senegal kembali meneruskan laga dan merebut final dengan skor 1-0 lewat babak tambahan waktu. Dewan Banding CAF menganggap, tindakan meninggalkan lapangan dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi kompetisi.
Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) dalam pernyataannya menyebut bahwa tidak ada niatan menentang azas sportivitas dari upaya mereka mengajukan banding tersebut. Sebaliknya, ini jadi usaha mereka menjaga stabilitas kompetisi di Afrika.
’’Kami juga menegaskan kembali komitmen kami untuk menghormati aturan, dan memastikan kejelasan dalam kerangka kompetitif di Piala Afrika,’’ begitu pernyataan FRMF seperti dilansir dari BBC.
Bawa Kasus ke CAS
Atas pencopotan gelar juara Piala Afrika, Senegal tidak tinggal diam. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) akan membawa kasus tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS. Dalam kecamannya, FSF menganggap keputusan CAF ini tidak adil.
’’Belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat diterima, dan mencoreng reputasi sepak bola Afrika. Federasi akan sesegera mungkin memulai proses banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga yang ada di Lausanne,’’ begitu bunyi kecaman FSF.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
