
Pemain Real Madrid Vinicius Junior. (Bein Sports)
JawaPos.com–Real Madrid tampil sangat dominan saat menjamu Manchester City di Santiago Bernabeu pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Los Blancos mengamankan kemenangan meyakinkan 3-0 dalam pertandingan yang sebagian besar berada di bawah kendali mereka.
Bintang utama malam itu adalah Federico Valverde. Gelandang Uruguay tersebut tampil luar biasa dengan mencetak hattrick di babak pertama, sebuah penampilan yang praktis meletakkan fondasi kemenangan bagi tim tuan rumah.
Namun di balik kemenangan besar tersebut, ada satu momen yang justru menjadi bahan perbincangan setelah pertandingan. Yakni penalti yang gagal dieksekusi Vinicius Jr.
Real Madrid mendapatkan kesempatan untuk memperbesar keunggulan menjadi 4-0 di babak kedua setelah wasit menunjuk titik putih. Vinicius maju sebagai eksekutor, tetapi tendangannya berhasil ditepis kiper Manchester City Gianluigi Donnarumma.
Melansir Mundo Deportivo, momen itu mengundang komentar dari mantan pemain sayap Real Madrid dan Liverpool Steve McManaman. Dia secara terbuka mengkritik cara Vinicius mengeksekusi penalti tersebut, terutama dari segi teknik dan pendekatan yang dipilih pemain Brasil itu.
”Saya sama sekali tidak suka penalti seperti ini. Jika Anda mengeksekusinya dengan gaya Panenka atau semacamnya, Anda harus mencetak gol, karena jika tidak, jika Anda menendangnya keras dan kiper menyelamatkannya… ya sudah,” ujar Steve McManaman.
Menurut McManaman, gaya penalti seperti itu sering kali terlihat seperti upaya untuk pamer, terutama ketika dilakukan dalam situasi yang relatif aman.
”Kalau kamu mengeksekusinya seperti itu, itu karena kamu ingin pamer. Itu penalti yang buruk. Kalau skornya 0-0, dia tidak akan mengeksekusinya seperti itu,” kata McManaman.
Terlepas dari kegagalan penalti tersebut, Real Madrid tetap menjalani malam yang sangat sukses di Bernabeu. Sebelum pertandingan, banyak pihak yang memprediksi Manchester City akan menjadi tim yang lebih dominan mengingat performa mereka yang kuat dalam beberapa waktu terakhir.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Real Madrid tampil disiplin, efektif, dan sangat tajam dalam memanfaatkan peluang. Meski City mencoba mengontrol penguasaan bola, kecepatan serangan balik dan transisi permainan Madrid menjadi faktor yang sangat menentukan.
Tiga gol Valverde di babak pertama akhirnya memastikan kemenangan nyaman bagi tuan rumah. Hasil tersebut juga memberi Real Madrid modal besar menjelang leg kedua, sekaligus menempatkan mereka selangkah lebih dekat menuju perempat final Liga Champions.
