
Timnas Iran (Al-Jazeera)
JawaPos.com – Tarik ulur keikutsertaan timnas Iran dalam Piala Dunia 2026 sudah tercium sejak tahun lalu. Tepatnya sejak Team Meli –julukan timnas Iran– memastikan diri lolos ke ajang tersebut. Ketidakharmonisan hubungan bilateral Iran dengan salah satu tuan rumah, Amerika Serikat (AS), jadi handicap-nya. Puncaknya saat pecah perang antara Iran versus Israel-AS sepekan terakhir.
Situasi yang makin memanas itu membuat Iran mengambil keputusan: menarik diri dari Piala Dunia 2026. Seperti yang diungkapkan Menteri Olahraga dan Pemuda Iran Ahmad Donyamali.
’’Mengingat pemerintah yang korup itu sudah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak memiliki kondisi yang layak untuk bermain di Piala Dunia (2026),’’ kata Donyamali kepada IRIB Sports Network. ’’Anak-anak kami (pemain Iran) tidak aman, dan kondisi kami untuk turun di sana pun tidak memungkinkan,’’ sambung Donyamali.
Sebelumnya, Presiden FFIRI (PSSI-nya Iran) Mehdi Taj menyerahkan keputusan main atau tidaknya Team Melli di Piala Dunia 2026 kepada otoritas pemerintah.
FIFA Masih Berharap
Menyikapi mundurnya Iran, Presiden FIFA Gianni Infantino telah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas situasi tersebut. Infantino mengklaim, Trump memberikan izin kepada Team Melli untuk hadir di Piala Dunia 2026. Tetapi, dia tidak menyebutkan garansi yang diberikan pemerintah Negeri Paman Sam tersebut untuk Alireza Jahanbakhsh dkk.
”Kita semua membutuhkan agenda seperti Piala Dunia untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya. Aku dengan tulus berterima kasih kepada presiden AS atas dukungannya. Ini menunjukkan bahwa sepak bola dapat menyatukan dunia,’’ tutur Infantino seperti dilansir dari BBC.
Pemain Timnas Wanita Minta Suaka Australia
Di sisi lain, FFIRI siap menerima sanksi atas batalnya partisipasi Team Melli dalam Piala Dunia 2026. Taj juga merujuk situasi timnas wanita Iran setelah berlaga dalam ajang Piala Asia Wanita 2026 di Australia. Lima pemain timnas wanita Iran mendapat suaka dari pemerintah Australia karena khawatir dengan keselamatan mereka saat pulang ke Iran. Zahra Ghanbari dkk juga memilih tidak menyanyikan lagu kebangsaan dalam laga pertama mereka kontra Korea Selatan.
”Mengingat masalah yang dihadapi pesepak bola wanita kami, jika prospek Piala Dunia seperti ini, maka tidak ada orang waras yang menerima pengiriman tim ke AS (Piala Dunia 2026),’’ tegas Taj.
SIAPA PENGGANTI TEAM MELLI?
Lantaran berasal dari zona AFC (Asia), maka tim pengganti Iran bisa diambilkan dari tim Asia.
Irak menjadi tim terakhir yang berjuang lewat playoff antarkonfederasi dan langsung lolos ke final (menanti pemenang Bolivia versus Suriname di Estadio Akron, Zapopan, 31/3).
Jika Irak terlanjur memainkan final playoff antarkonfederasi dan memenaginya, opsi pengganti Iran bisa antara tim yang dikalahkan Irak (Bolivia atau Suriname).
Jika Irak terlanjur memainkan final playoff antarkonfederasi dan memenanginya, opsi pengganti Iran (jika harus tim Asia) adalah Uni Emirat Arab (yang dikalahkan Irak dalam putaran kelima kualifikasi zona AFC atau perebutan tiket playoff antarkonfederasi).
WAKIL AFC YANG LOLOS PIALA DUNIA 2026
