JawaPos.com – Liverpool FC (LFC) kembali menelan kekalahan ketika bertamu ke markas Galatasaray kemarin (11/3). Seperti dalam matchday kedua fase league Liga Champions (1/10/2025), skor kekalahan dalam first leg babak 16 besar di Rams Park, Istanbul, kemarin sama-sama 0-1.
Jika striker Victor Osimhen yang jadi penentu kemenangan di fase league via penalti (16’), kemarin gelandang Mario Lemina yang memastikannya saat laga baru berjalan tujuh menit.
Tactician LFC Arne Slot meyakini timnya masih bisa membalas kekalahan dalam second leg di Anfield pekan depan (19/3). Slot berkaca dari sukses The Reds –sebutan LFC– yang pernah membalikkan kekalahan 0-3 di kandang FC Barcelona, Camp Nou, dengan kemenangan 4-0 di Anfield dalam semifinal edisi 2018–2019.
Dilansir dari laman resmi UEFA, Slot konfiden bisa mengulangi momen hebat tujuh tahun silam tersebut.
’’Masih ada satu laga lagi di babak ini. Mereka (Galatasaray) sudah unggul 1-0, tetapi (di Anfield) kami bisa bermain lebih baik lagi,’’ kata pelatih berkebangsaan Belanda tersebut.
Serangan Tidak Efektif
Menurut Slot, Virgil van Dijk dkk harus bisa bermain lebih efektif saat menyerang. Kemarin, LFC mencatatkan 15 kali tembakan. Satu tembakan lebih banyak dibandingkan Cimbom –julukan Galatasaray.
’’Dukungan dari fans kami di rumah sendiri juga bisa jadi pembeda,’’ ucap Slot.
Kiper Galatasaray Ugurcan Cakir berbeda pendapat dengan Slot. Meski mencatat 15 kali tembakan, tidak ada peluang pemain LFC yang benar-benar mengancamnya. Cakir tercatat mencatat tujuh kali penyelamatan.
’’Kami pun akan ke Anfield dengan motivasi yang lebih baik,’’ klaim Cakir dilansir dari Sporx.
Anulir Gol Iboue
Dalam laga kemarin, bek tengah LFC Ibrahima Konate sebenarnya sempat mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-70. Tetapi, gol Iboue –sapaan karib Konate– dianulir wasit Jesus Gil Manzano asal Spanyol setelah menerima peninjauan dari VAR (video assistant referee).
Dalam tayangan VAR, tangan Iboue terlebih dulu menyentuh bola. Keputusan Gil Manzano dibenarkan mantan wasit elite Premier League, Mark Clattenburg. ’’Konate menyentuh bola dengan lengannya.
Meski tidak disengaja, aturan sudah jelas bahwa gol tersebut harus dibatalkan dan dianggap handsball jika bola masuk ke gawang tanpa lebih dulu disentuh rekan setimnya,’’ tutur Clattenburg kepada Rousing The Kop.
Osi Merasa Punya Famili
Pendukung Galatasaray membentangkan koreografi spesial untuk bomber Victor Osimhen dalam laga kemarin. Koreografi itu menceritakan kehidupan masa lalu Osi –panggilan akrab Osimhen. Terutama saat striker berkebangsaan Nigeria itu kehilangan ibunya.
Yang dilakukan fans itu pun membuat Osi terharu. Mantan striker SSC Napoli itu merasa telah diterima sebagai famili baru oleh Cimbom. ’’Itu (koreografi) sangat penting bagiku. Kami adalah keluarga dan Galatasaray jadi rumah keduaku,” tutur striker 27 tahun tersebut kepada ESPN.
Gigit Jari di Laga Century
Setelah lebih dari dua dekade, baru kali ini ada tactician Liverpool FC yang kalah dalam laga keseratus. Sebelum Arne Slot mengalaminya di Rams Park, Istanbul, kemarin (11/3), tactician LFC terakhir yang merasakannya adalah Graeme Souness pada 1992.
ARNE SLOT
Laga keseratus: Kalah 0-1 vs Galatasaray (T)
(First leg 16 besar Liga Champions 2025–2026)
Statistik: 62x menang/15x seri/23x kalah
Persentase kemenangan: 62
JURGEN KLOPP
Laga keseratus: Seri 3-3 vs Watford FC (T)
(Matchweek pertama Premier League 2017–2018)
Statistik: 50x menang/29x seri/21x kalah
Persentase kemenangan: 50
BRENDAN RODGERS
Laga keseratus: Menang 3-0 vs Tottenham Hotspur (T)
(Matchweek ketiga Premier League 2014–2015)
Statistik: 57x menang/21x seri/22x kalah
Persentase kemenangan: 57
RAFAEL BENITEZ
Laga keseratus: Menang 2-1 vs Portsmouth FC (T)
(Putaran keempat Piala FA 2005–2006)
Statistik: 57x menang/18x seri/25x kalah
Persentase kemenangan: 57
GERARD HOULLIER
Laga keseratus: Menang 2-0 vs Olympiakos (K)
(Putaran ketiga Piala UEFA 2000–2001)
Statistik: 49x menang/20x seri/31x kalah
Persentase kemenangan: 49
ROY EVANS
Laga keseratus: Menang 3-1 vs Arsenal (K)
(Matchweek ke-19 Premier League 1995–1996)
Statistik: 51x menang/22x seri/27x kalah
Persentase kemenangan: 51
GRAEME SOUNESS
Laga keseratus: Kalah 1-5 vs Coventry City (T)
(Matchweek ke-20 Premier League 1992–1993)
Statistik: 42x menang/29x seri/29x kalah
Persentase kemenangan: 42