Jurgen Klopp dalam sebuah acara bersama Red Bull (IG: @kloppo).
JawaPos.com - Masa depan Jurgen Klopp bersama Red Bull mulai diselimuti tanda tanya. Sejumlah laporan dari Austria menyebutkan manajemen Red Bull tengah mengevaluasi peran Klopp sebagai Global Head of Football dan membuka peluang mengakhiri kerja sama lebih cepat dari kontrak awal yang berlaku hingga 2029.
Klopp direkrut bukan sebagai pelatih tim tertentu, melainkan sebagai figur sentral yang menyatukan visi dan filosofi permainan di seluruh jaringan klub Red Bull. Pengalamannya membawa Liverpool meraih berbagai trofi membuat ekspektasi terhadapnya sangat tinggi.
Namun dalam praktiknya, proyek multi-klub Red Bull belum menunjukkan perkembangan signifikan. RB Leipzig musim ini masih berkutat di persaingan empat besar Bundesliga dan belum benar-benar konsisten dalam perburuan gelar.
Di Austria, RB Salzburg bahkan harus melakukan pergantian pelatih setelah rentetan hasil kurang memuaskan. Situasi serupa juga terjadi di Inggris. Leeds United, yang masuk dalam jaringan Red Bull, masih berjuang menjauh dari papan bawah. Proyek lain di Eropa pun belum menunjukkan stabilitas jangka panjang yang diharapkan sejak Klopp datang.
Manajemen Red Bull kabarnya menginginkan dampak lebih terasa dari sosok sekelas Klopp. Identitas permainan cepat, agresif, dan modern yang selama ini melekat pada tim-tim Red Bull dinilai belum sepenuhnya terintegrasi secara merata.
Meski kontraknya masih panjang, opsi perpisahan disebut terbuka jika kedua pihak mencapai kesepakatan.
Menariknya, apabila Klopp mendapat tawaran kembali melatih di level klub, Red Bull tidak akan menghalangi. Spekulasi pun berkembang bahwa Klopp mungkin lebih menikmati peran teknis di lapangan dibanding jabatan strategis global.
Nama Klopp sendiri tetap punya magnet besar di Eropa. Pengalamannya di kompetisi elite membuat banyak klub diyakini siap membuka pintu jika ia benar-benar tersedia.
Sebagai langkah antisipasi, Red Bull disebut telah memantau beberapa kandidat pengganti. Salah satu nama yang mencuat adalah Oliver Glasner, yang saat ini menangani Crystal Palace. Glasner dikenal dengan pendekatan taktis modern dan gaya bermain intens, dinilai sejalan dengan filosofi khas Red Bull.
Untuk saat ini belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak. Namun satu hal jelas, proyek besar Red Bull tengah berada di fase krusial. Keputusan dalam beberapa bulan ke depan bisa menentukan arah jangka panjang jaringan klub mereka di Eropa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
