Tolu Arokodare. (Dok Wolves)
JawaPos.com – Wolverhampton telah melaporkan pelecehan rasis yang disebut "mengerikan dan melanggar hukum" terhadap striker Tolu Arokodare, yang menjadi pemain Liga Inggris terbaru yang menjadi sasaran serangan diskriminatif di media sosial.
Arokodare gagal mencetak gol dari titik penalti dalam kekalahan 1–0 melawan Crystal Palace pada Minggu (22/2) dan kemudian menerima pelecehan rasis dari beberapa akun, yang telah diungkap oleh pernyataan resmi klub
Sunderland juga kemudian mengungkapkan bahwa gelandang mereka, Romaine Mundle menjadi korban selanjutnya yang menerima serangan pelecehan rasis serupa di media sosial setelah penampilannya sebagai pemain pengganti dalam kekalahan 1–3 melawan Fulham.
Kabar ini menyusul perlakuan serupa yang diterima oleh bek Chelsea, Wesley Fofana, dan Hannibal Mejbri dari Burnley, yang menjadi sasaran pelecehan daring setelah tim mereka bermain imbang 1–1 pada Sabtu (21/2).
"Wolves merasa jijik dengan banyaknya kasus pelecehan rasis (di Liga Inggris akhir-akhir ini), dari beberapa pelaku, yang ditujukan kepada Tolu Arokodare di media sosial setelah pertandingan hari ini melawan Crystal Palace," tulis pernyataan klub Midlands tersebut.
"Tidak ada tempat untuk rasisme dalam sepak bola, daring, atau di mana pun dalam masyarakat. Kami mengutuk perilaku yang menjijikkan dan melanggar hukum ini dengan sekeras-kerasnya. Tolu mendapat dukungan penuh dan tak tergoyahkan dari kami.
"Tidak ada pemain yang seharusnya menjadi sasaran kebencian seperti itu hanya karena melakukan pekerjaannya. Kami berdiri teguh di sisinya, dan semua pemain yang menanggung pelecehan ini dari akun anonim yang bertindak dengan impunitas yang nyata."
"Klub juga telah melaporkan unggahan tersebut ke platform terkait (Instagram) dan akan bekerja sama dengan Premier League dan pihak berwenang untuk membantu mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab dan memastikan tindakan yang tepat diambil.
“Kami (Wolves) akan terus menerapkan pendekatan tanpa toleransi terhadap semua bentuk diskriminasi (termasuk pelecehan rasis)," lengkap klub berjuluk The Old Gold dalam pengumuman tersebut.
Arokodare mengatakan dalam sebuah cerita Instagram: "Masih sulit dipercaya bagi saya bahwa kita bermain di zaman di mana orang memiliki begitu banyak kebebasan untuk menyampaikan rasisme seperti itu tanpa konsekuensi apa pun.
"Individu-individu ini seharusnya tidak memiliki tempat dalam permainan kita dan secara kolektif kita harus mengambil tindakan untuk menghukum setiap orang yang mencemari olahraga seperti ini, siapa pun mereka," tutup penyerang asal Nigeria berusia 25 tahun ini.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
