Presiden FIFA Gianni Infantino. (Istimewa)
JawaPos.com - Klub-klub sepak bola di berbagai negara mulai mempertanyakan kejelasan pencairan dana solidaritas dari FIFA senilai GBP 185 juta (Rp 4,2 triliun).
Dana tersebut merupakan bagian dari skema distribusi pendapatan ajang Piala Dunia Antarklub yang digelar musim panas lalu.
Sejak turnamen berakhir lebih dari tujuh bulan lalu, belum ada kepastian kapan dana itu akan dibagikan kepada klub-klub yang tidak ikut serta dalam kompetisi.
Padahal, sejak awal FIFA menjanjikan sebagian pemasukan turnamen akan dialirkan sebagai bentuk solidaritas untuk menjaga keseimbangan ekosistem sepak bola global.
Jika dibagi rata, setiap klub kasta tertinggi di dunia diperkirakan bisa menerima sekitar GBP 50 ribu.
Nominal tersebut memang tidak sebanding dengan total hadiah yang mencapai GBP 740 juta untuk para peserta.
Sebagai juara, Chelsea disebut meraih sekitar GBP 84 juta. Namun, bagi klub-klub di liga kecil, dana solidaritas itu dinilai cukup signifikan.
Sejumlah pengelola klub dari kompetisi dengan nilai hak siar rendah mengakui tambahan pemasukan lima digit bisa membantu menjaga stabilitas operasional.
Apalagi, di beberapa negara, kontrak siaran domestik sedang tidak dalam kondisi ideal.
Hingga kini, persoalan utama disebut terletak pada belum rampungnya formula pembagian dana enam konfederasi. Setiap konfederasi memiliki jumlah perwakilan berbeda di Piala Dunia Antarklub, sehingga distribusi dana tidak bisa dilakukan secara sederhana.
Selain itu, tidak semua konfederasi memiliki mekanisme penyaluran dana solidaritas seperti yang biasa diterapkan UEFA di kompetisi Eropa.
FIFA sendiri dikabarkan masih melakukan dialog dengan sejumlah perwakilan klub dan konfederasi untuk menentukan skema paling tepat.
Beberapa pihak memahami kompleksitas proses ini, mengingat struktur pendanaan turnamen juga baru disepakati beberapa bulan sebelum pelaksanaan, termasuk kesepakatan hak siar dengan platform streaming DAZN.
Meski belum ada indikasi dana tersebut akan dibatalkan, ketidakjelasan waktu pencairan membuat sejumlah klub berharap ada kepastian dalam waktu dekat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
