
Ilustrasi skuad Inter Milan. (instagram.com/@inter)
JawaPos.com - Kekalahan mengejutkan dialami Inter Milan saat bertandang ke markas Bodo/Glimt pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions. Bermain di Aspmyra Stadium, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB, Nerazzurri takluk dengan skor 1-3.
Hasil ini membuat peluang Inter untuk lolos ke babak 16 besar menjadi lebih sukit, Wakil Italia itu wajib menang dengan selisih minimal dua gol saat menjamu Bodo/Glimt di Giuseppe Meazza pekan depan.
Inter sebenarnya memulai laga dengan cukup agresif. Tekanan demi tekanan dilancarkan sejak menit awal, termasuk melalui percobaan Henrikh Mkhitaryan yang masih belum menemui sasaran. Namun tuan rumah justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu.
Gol pembuka lahir pada menit ke-20 lewat Sondre Fet. Memanfaatkan umpan matang dari Jens Petter Hauge, Fet sukses menuntaskan peluang dan membawa Bodo/Glimt unggul 1-0. Gol tersebut membuat atmosfer stadion semakin bergemuruh.
Inter merespons sepuluh menit kemudian. Umpan silang Nicolo Barella menciptakan kemelut di depan gawang, dan bola liar berhasil disambar Pio Esposito menjadi gol penyeimbang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum setelah beberapa peluang tambahan dari kedua tim gagal berbuah hasil.
Memasuki babak kedua, tempo permainan tetap tinggi. Bodo/Glimt tampil lebih efektif dalam memanfaatkan celah di lini belakang Inter. Pada menit ke-61, Hauge mencatatkan namanya di papan skor lewat sepakan keras dari sisi kiri kotak penalti yang tak mampu dibendung Yann Sommer.
Belum sempat Inter menata ulang permainan, gawang mereka kembali kebobolan tiga menit berselang.
Kali ini Kasper Hogh dengan mudah menyontek bola kiriman Ole Blomberg untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Inter mencoba meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan. Lautaro Martinez dan kawan-kawan beberapa kali masuk ke area berbahaya, tetapi pertahanan disiplin Bodo/Glimt serta penampilan solid Nikita Haikin di bawah mistar membuat skor tak berubah hingga laga usai.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Inter yang sebelumnya tampil cukup konsisten di kompetisi domestik.
Mereka kini dituntut tampil lebih tajam dan solid di leg kedua jika tak ingin tersingkir lebih awal dari Liga Champions musim ini. Sementara itu, Bodo/Glimt berada di atas angin dan hanya perlu menjaga konsistensi untuk memastikan tiket ke babak berikutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
