Trent Alexander-Arnold dan Kylian Mbappe bela Vinicius Junior setelah dugaan pelecehan rasis dalam laga Real Madrid vs Benfica di Liga Champions. (ig @brfootball)
JawaPos.com - Badan sepak bola Eropa, UEFA, resmi membuka penyelidikan atas dugaan tindakan diskriminatif dalam laga play-off 16 besar Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid. Fokus utama investigasi ini adalah tuduhan yang diarahkan kepada pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, terkait dugaan ucapan bernada rasial kepada Vinicius Junior.
Insiden terjadi pada leg pertama yang digelar di Stadion Da Luz, Rabu (17/2) dini hari WIB. Real Madrid menang tipis 1-0 lewat gol Vinicius. Namun, perayaan gol tersebut diwarnai ketegangan di lapangan. Pertandingan sempat terhenti beberapa menit setelah Vinicius melaporkan dugaan ucapan ofensif kepada wasit.
Wasit kemudian menjalankan tahap awal protokol anti-diskriminasi UEFA. Situasi di lapangan memanas karena sejumlah pemain Madrid terlihat meminta kejelasan atas insiden tersebut. Tak hanya itu, laporan pertandingan juga mencatat adanya benda yang dilempar dari tribun dan mengenai pemain tim tamu.
UEFA bergerak cepat dengan menunjuk Inspektur Etika dan Disiplin untuk mengumpulkan bukti, termasuk rekaman video serta laporan resmi perangkat pertandingan. Jika terbukti bersalah melanggar Pasal 14 regulasi disiplin UEFA tentang perilaku rasis, Prestianni terancam sanksi larangan bertanding.
Benfica sebagai tuan rumah juga berpotensi menerima hukuman tambahan apabila terbukti lalai mengendalikan situasi stadion. Di sisi lain, Prestianni membantah tuduhan tersebut melalui media sosial.
Pemain berusia 19 tahun itu menyebut telah terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi di tengah panasnya pertandingan. Pihak Benfica juga dikabarkan mendukung klarifikasi sang pemain sembari menunggu hasil investigasi resmi.
Kasus ini kembali menyorot isu rasisme yang masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam sepak bola Eropa. Vinicius sendiri dalam beberapa musim terakhir kerap menjadi sasaran tindakan serupa di berbagai kompetisi. Dukungan internal dari manajemen Real Madrid pun disebut mengalir penuh kepada penyerang asal Brasil itu.
Tak hanya kasus dugaan diskriminasi, UEFA juga meninjau laporan lain dari laga tersebut, termasuk kartu merah yang diterima pelatih Benfica, Jose Mourinho, akibat protes berlebihan kepada wasit. Situasi ini membuat leg kedua di Santiago Bernabeu dipastikan berlangsung dalam atmosfer yang lebih panas.
Dengan agregat sementara 1-0 untuk Madrid, perhatian publik kini tak hanya tertuju pada aspek teknis pertandingan, tetapi juga pada hasil penyelidikan UEFA. Keputusan akhir nantinya bisa berdampak besar, baik terhadap komposisi tim Benfica maupun citra kompetisi elite Eropa tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022