Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Februari 2026, 18.23 WIB

Tanggapi Sir Jim Ratcliffe, Guardiola Tegaskan Bukan Masalah Utama Sebuah Negara

Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (YouTube BeanymanSports) - Image

Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (YouTube BeanymanSports)

JawaPos.com–Manajer Manchester City Pep Guardiola menegaskan bahwa mengambinghitamkan warga pendatang atas problematika suatu negara adalah tindakan yang keliru. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas polemik yang dipicu Sir Jim Ratcliffe, pemilik saham minoritas Manchester United, yang sebelumnya menyebut Inggris tengah dijajah oleh imigran.

Meski Sir Jim Ratcliffe telah menyampaikan permohonan maaf atas pilihan bahasa yang dinilai ofensif bagi publik Inggris dan Eropa, Pelatih Manchester City Pep Guardiola merasa perlu menekankan perspektif kemanusiaan dalam isu global ini.

”Saya menghormati Sir Jim Ratcliffe, namun dunia saat ini menghadapi masalah besar di mana kita cenderung memperlakukan pendatang sebagai akar permasalahan negara. Padahal, itu bukan kesalahan mereka,” ujar Pelatih Manchester Citu Pep Guardiola dikutip melalui laman The Guardian, Sabtu (14/2).

Pelatih asal Spanyol tersebut mengajak publik untuk melihat sisi keberuntungan kelahiran. Tidak ada seorang pun yang bisa memilih di mana mereka dilahirkan.

”Saya seorang Catalan dan anda adalah orang Inggris, kita tidak memiliki kendali atas tempat kelahiran kita. Setiap orang hanya menginginkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka,” tutut Pep Guardiola.

Guardiola yang telah melanglang buana dari Spanyol, Italia, Meksiko, Qatar, hingga Jerman, menilai bahwa mobilitas manusia adalah keniscayaan di era modern. Keberagaman budaya justru menjadi kekayaan yang membentuk kepribadian.

Dia menekankan bahwa sebagian besar orang meninggalkan Tanah Air bukan karena keinginan, melainkan karena terpaksa oleh keadaan.

Di Manchester City, Guardiola membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Dia mencontohkan bagaimana para pemain dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda, seperti pemeluk Kristen dan Muslim, dapat bekerja sama dalam harmoni yang penuh rasa hormat.

”Masalah sering diciptakan para elite atau pemimpin. Kita sebagai bagian dari peradaban harus membangun kerukunan itu sendiri, tanpa harus bergantung pada instruksi atasan,” tambah Pep Guardiola.

Kesiapan Menjelang Piala FA

Di sisi teknis, Manchester City tengah bersiap menjamu Salford City pada putaran keempat Piala FA, Sabtu (14/2). Namun, kondisi penyerang andalan Erling Haaland masih menjadi tanda tanya. Pemain asal Norwegia tersebut sempat ditarik keluar pada babak pertama saat City menundukkan Fulham tengah pekan lalu.

”Kondisinya belum 100 persen, namun tim medis menyatakan bukan cedera serius. Kami akan memantau perkembangannya sebelum laga,” jelas Guardiola.

Bagi Guardiola, Piala FA memiliki tempat spesial di hati. Dia mengaku sangat menikmati atmosfer stadion kecil dan antusiasme suporter tim dari kasta bawah.

”Pengalaman bertandang ke stadion dengan atmosfer yang begitu organik akan menjadi kenangan yang saya bawa seumur hidup,” ungkap Pep Guardiola.

Sanksi FA untuk Rodri

Sementara itu, kabar kurang baik datang dari Rodri. Gelandang andalan City tersebut didakwa Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) atas dugaan tindakan tidak pantas. Hal ini buntut dari komentarnya yang mempertanyakan netralitas wasit Robert Jones dalam laga melawan Tottenham awal bulan ini.

Rodri sempat mengeluhkan gol Dominic Solanke yang dinilai berbau pelanggaran terhadap Marc Guehi. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore