Joan Laporta kembali mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FC Barcelona. (X/@ManagingBarca)
JawaPos.com - Mantan Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, kembali mencalonkan diri dalam bursa pemilihan presiden klub. Berbekal capaian pada periode kepemimpinan terakhirnya, ia mencoba meyakinkan para socio bahwa dirinya adalah nakhoda yang tepat di tengah badai.
Joan Laporta kini menatap periode kepemimpinan berikutnya. Ini merupakan kali kedua bagi pria berlatang belakang pengacara tersebut mencalonkan diri kembali sebagai presiden.
Dilansir melalui laman Mundo Deportivo, momentum serupa pernah ia rasakan pada 2006, setelah menuntaskan mandat pertama yang dimulai Juni 2003. Kala itu, ia melenggang tanpa kompetisi karena tidak ada rival yang mampu mengumpulkan syarat dukungan minimal.
Kini, setelah terpilih kembali pada 2021, Laporta menjadikan rekam jejaknya sebagai modal politik utama. Bagi para socio (anggota klub), sosok Laporta bukanlah anomali. Kepribadiannya yang eksplosif serta gaya manajemennya di sektor olahraga, ekonomi, dan sosial telah teruji oleh waktu.
Di bawah nakhodanya pada periode terakhir, lemari trofi Blaugrana terus terisi. Tim utama berhasil mengamankan dua gelar La Liga, dua Copa del Rey, serta tiga Piala Super Spanyol. Prestasi lebih mentereng dicatatkan tim sepak bola wanita yang menyapu bersih lima gelar liga, empat Copa de la Reina, lima Piala Super, serta tiga trofi Liga Champions.
Dominasi ini kian mengukuhkan posisi Barcelona sebagai entitas olahraga yang tak tertandingi, meski sempat terpuruk dalam kondisi finansial yang nyaris kolaps saat ia pertama kali menjabat kembali pada 2021.
Di sektor manajerial, Laporta berhasil menghidupkan kembali proyek renovasi stadion yang kini bertajuk Spotify Camp Nou. Proyek infrastruktur ini sempat terbengkalai sejak referendum 2014 sebelum akhirnya dieksekusi di era kepemimpinannya.
Secara finansial, klub mencatatkan pendapatan melampaui angka EUR 1 miliar. Keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama strategis dengan Spotify, yang membuahkan kolaborasi ikonik seperti penyematan logo legendaris The Rolling Stones pada jersey pemain.
Sebagai pengacara wirausaha, ketegasan menjadi watak yang paling melekat pada dirinya. Dengan nomor anggota 9.601, kesetiaan Laporta terhadap identitas Catalunya dan klub tidak perlu lagi diragukan melalui kata-kata.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
