Manajer baru Chelsea Liam Rosenior. (X/@ChelseaInPhotos)
JawaPos.com - Chelsea menunjukkan karakter kuat dengan bangkit di babak kedua untuk meraih kemenangan dramatis 3-2 atas West Ham di Stamford Bridge.
Melansir The Independent, meski melakukan tiga pergantian pemain sejak jeda, pelatih kepala Liam Rosenior menolak menyalahkan pemain yang ditarik keluar, dan menegaskan bahwa masalah di babak pertama adalah kegagalan kolektif.
Rosenior melakukan tujuh perubahan dari tim yang menang di Liga Champions tengah pekan lalu. Keputusan itu sempat menjadi bumerang.
Chelsea tampil tidak terorganisir, terutama di sisi kiri pertahanan, dan tertinggal dua gol lewat aksi Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville. Situasi tersebut membuat para pendukung tuan rumah meluapkan kekecewaan mereka saat jeda.
Melihat timnya kesulitan, Rosenior langsung bereaksi dengan memasukkan Wesley Fofana, Marc Cucurella, dan Joao Pedro di awal babak kedua.
Langkah ini terbukti krusial dan bersejarah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Premier League, Chelsea mampu membalikkan ketertinggalan dua gol di babak pertama menjadi kemenangan.
Fofana berperan dalam gol pertama Chelsea dengan memberikan umpan kepada Pedro. Tak lama berselang, Cucurella menyundul bola untuk menyamakan kedudukan.
Di waktu tambahan, Pedro kembali jadi kreator dengan assist untuk gol kemenangan Enzo Fernandez.
Meski demikian, Rosenior menegaskan bahwa kebangkitan ini bukan soal pergantian pemain semata.
“Pelajaran terbesar yang saya dapatkan adalah adanya semangat, daya juang, dan ketahanan dalam kelompok ini yang sangat saya sukai,” katanya.
“Saya sudah menuntut hal itu sejak hari pertama. Saya sudah berbicara tentang bereaksi positif terhadap kemunduran, tentang reaksi saat kehilangan bola, tekanan, energi, dan intensitas. Semua itu ada di babak kedua, yang tidak ada di babak pertama.”
“Saya tidak hanya menyalahkan perubahan yang saya lakukan. Kami telah memainkan begitu banyak pertandingan dalam waktu singkat, saya khawatir akan kekurangan energi. Saya merasa pengambilan keputusan kami sangat buruk di babak pertama.”
“Reaksi di babak kedua menunjukkan bahwa kita memiliki sesuatu yang sangat istimewa di sini jika saya dapat memanfaatkan skuad dengan cara yang tepat.”
Jorrel Hato, Alejandro Garnacho, dan Benoit Badiashile adalah tiga pemain yang ditarik keluar lebih awal. Namun Rosenior dengan tegas membela mereka.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
