Lamine Yamal (Istimewa)
JawaPos.com - Lamine Yamal disebut-sebut sebagai ancaman terbesar FC Barcelona jelang final Piala Super Spanyol. Pemain internasional Spanyol itu hampir selalu merepotkan pertahanan lawan dengan kecepatan, teknik, dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu.
Xabi Alonso pun sepenuhnya menyadari bahaya tersebut dan tidak ingin lengah sedikit pun. Pelatih Real Madrid itu telah memberikan instruksi yang sangat jelas kepada para pemainnya.
Pelatih kelahiran San Sebastián ini ingin membuat pemain sayap Barcelona itu bekerja keras secara fisik, dengan tujuan menguras energinya sejak awal pertandingan.
Melansir Defensa Central, rencana Alonso melibatkan pergerakan aktif Álvaro Carreras di sisi kiri lapangan. Ide utamanya adalah memaksa Lamine Yamal untuk lebih sering turun membantu pertahanan.
Dengan beban defensif yang lebih berat, diharapkan sang winger tidak memiliki kondisi fisik ideal untuk memberikan dampak maksimal dalam serangan.
Alonso meyakini pendekatan ini sebagai kunci untuk menetralisir pengaruh Yamal. Namun, ia juga paham betul kualitas sang pemain ketika menguasai bola.
Karena itu, para bek Real Madrid telah diinstruksikan untuk menutup kaki kirinya serta memutus jalur umpan terobosan yang berpotensi mematikan.
Strategi serupa sebenarnya sudah pernah diterapkan dan terbukti efektif. Dalam El Clásico di ajang liga, rencana Alonso berjalan nyaris sempurna dan Lamine Yamal tidak mampu berbuat banyak. Targetnya jelas: mengulang skenario yang sama di final Piala Super.
Manajer asal Tolosa itu menyadari bahwa jika Real Madrid mampu menghentikan Yamal, peluang mereka untuk memenangkan pertandingan akan terbuka lebar.
Skuad Los Blancos pun dikabarkan sepenuhnya memahami pentingnya misi ini dan siap menjalankan instruksi dengan disiplin tinggi.
Menariknya, kali ini Lamine Yamal datang ke laga besar tanpa banyak sorotan di luar lapangan. Berbeda dengan pertemuan pada Oktober lalu, sang pemain memilih untuk tetap diam dan tidak melontarkan pernyataan kontroversial apa pun jelang El Clásico.
Sikap ini dianggap sebagai tanda kedewasaan, seolah ia telah belajar dari pengalaman sebelumnya.
Publik tentu masih mengingat ucapannya menjelang laga 26 Oktober lalu.
“Terakhir kali saya pergi ke Bernabéu, berapa skornya? 0-4. Tidak, saya tidak mengatakan itu akan terjadi, tetapi itu bisa terjadi,” katanya kala itu dalam sebuah program Kings League.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
