
Tim SAR gabungan temukan serpihan kapal wisata KM Putri Sakinah yang mengalami kecelakaan di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Sabtu (27/12). (Humas Polres Manggarai Barat/Antara)
JawaPos.com – Lokasi bangkai KM Putri Sakinah yang mengangkut pelatih tim Valencia Putri B mulai terkuak. Itu setelah tim SAR Gabungan kembali menemukan serpihan kapal di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Temuan terbaru ini terjadi pada hari kelima operasi SAR, Selasa (30/12). Temuan itu sekaligus menjadi dasar penguatan strategi pencarian terhadap tiga warga Spanyol yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Pantauan Timor Express, serpihan berupa bagian dinding kapal ditemukan pada pukul 08.12 Wita oleh Tim Rigid Buoyancy Boat (RBB) Ditpolairud Polda NTT. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa bangkai KM Putri Sakinah berada di dasar laut sekitar lokasi kejadian.
Karena itu, pencarian difokuskan pada penyisiran pulau terdekat dan operasi penyelaman intensif.
Kepala SAR Maumere Fathur Rahman menjelaskan, hasil pemeriksaan forensik Tim Posko Antemortem DVI Polres Manggarai Barat memastikan satu jenazah yang ditemukan sehari sebelumnya merupakan salah satu dari empat WNA Spanyol korban tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025 lalu.
“Dengan telah teridentifikasinya satu korban WNA Spanyol, saat ini Tim SAR Gabungan berfokus penuh pada pencarian tiga WNA Spanyol lainnya, dengan pola penyisiran pulau-pulau terdekat dari Pulau Padar dan penyelaman di titik-titik yang dicurigai,” terang Fathur Rahman.
Untuk memaksimalkan pencarian, jumlah personel penyelam profesional ditambah. Sebanyak 11 penyelam diterjunkan dan dibagi ke dalam tiga SAR Rescue Unit (SRU) penyelaman. Operasi menggunakan armada Sea Rider milik Lanal Labuan Bajo, Polairud Polda NTT, dan KSOP Labuan Bajo.
Para penyelam berasal dari berbagai komunitas dan unsur profesional, yakni Sea Creatures, Scuba Republic, Scuba Go, Alexa Phinisi, Azul Komodo, Red Whale, Papiton Dive, serta rescuer Kantor SAR Maumere.
“Penyelaman dibagi di tiga titik utama, yakni SRU 1 di Perairan Utara Pulau Serai, SRU 2 di Perairan Timur Pulau Padar, dan SRU 3 di Perairan Selatan Pulau Serai,” ungkap Fathur Rahman.
Selain penyelaman, Tim SAR Gabungan juga mengerahkan teknologi pencarian bawah laut, termasuk seabob dan sonar milik Ditpolairud Polda NTT. Alat tersebut bisa mendeteksi keberadaan bangkai kapal.
Sebanyak 12 unit kapal dikerahkan guna melakukan penyisiran laut secara intensif, khususnya di wilayah utara Pulau Padar, serta didukung drone thermal untuk pemantauan udara.
Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus berlangsung. Kedutaan Besar Spanyol dan keluarga korban turut memantau langsung jalannya operasi.
Baca Juga: Bocor! Alasan Laga Madura United vs Persebaya Surabaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Pertimbangannya
Sebelum Tim SAR Gabungan bergerak ke lokasi pencarian, perwakilan keluarga korban sempat bertemu tim di atas KN SAR Puntadewa 250. Mereka menyampaikan harapan besar agar pencarian hari ini membuahkan hasil. (cr6/oni)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
