
Real Madrid kembali menang dengan susah payah saat menghadapi Sevilla. (Istimewa)
JawaPos.com - Real Madrid kembali mengamankan tiga poin, tetapi sekali lagi bukan lewat permainan yang meyakinkan. Kemenangan atas Sevilla lebih lahir dari ketangguhan bertahan ketimbang dominasi permainan.
Seperti yang sudah sering terjadi musim ini, Thibaut Courtois tampil sebagai penyelamat utama, menjaga Madrid tetap berdiri saat tim terlihat goyah.
Laga melawan Sevilla menjadi malam yang sangat tidak nyaman bagi Los Blancos. Lini pertahanan kembali memperlihatkan celah yang mengkhawatirkan, memaksa Courtois bekerja ekstra keras di bawah mistar.
Dalam situasi inilah, satu nama mulai menjadi bahan perbincangan serius di Bernabéu: Dean Huijsen.
Bek tengah yang direkrut sebagai proyek masa depan itu belum mampu memenuhi ekspektasi. Perbandingan dengan penampilannya bersama Bournemouth pun tak terelakkan, dan sejauh ini hasilnya cenderung merugikan Huijsen.
Pengambilan keputusan yang lambat, akurasi umpan yang buruk, serta kegagalan dalam beberapa duel penting membuat penampilannya dinilai mengkhawatirkan. Di Real Madrid, kesabaran bukanlah sesuatu yang mudah didapat.
Courtois Mulai Bersuara
Melansir El Nacional, di tengah situasi ini, Courtois disebut sudah mencapai batas kesabarannya. Kiper asal Belgia itu, sebagai salah satu figur kunci di ruang ganti, mulai menuntut perubahan sikap dan mentalitas.
Bukan dalam bentuk kritik terbuka, melainkan pesan tegas dari dalam tim. Intinya jelas: Real Madrid tidak bisa terus bersaing dengan cara seperti ini.
Courtois lelah harus menutup kesalahan demi kesalahan rekan setimnya di setiap pertandingan. Saat melawan Sevilla, ia kembali mencegah hasil yang bisa jauh lebih menyakitkan.
Secara internal, ia menegaskan bahwa Huijsen harus segera meningkatkan performanya. Masalahnya bukan hanya soal bakat, tetapi juga konsentrasi, karakter, dan keandalan—tiga hal yang saat ini masih kurang terlihat dari bek muda tersebut.
Tekanan di Valdebebas
Di Valdebebas, manajemen menyadari potensi besar yang dimiliki Huijsen. Namun, mereka juga paham bahwa situasi sekarang tidak menguntungkan siapa pun.
Bergabung dengan Real Madrid selalu berarti lonjakan tekanan yang besar. Ini bukan sekadar adaptasi teknis, melainkan ujian mental.
Jika ekspektasi tidak terpenuhi, klub tidak akan ragu mencari solusi lain. Opsi dari akademi selalu ada, begitu pula kemungkinan bergerak di bursa transfer. Para pemain di ruang ganti menyadari hal itu, termasuk Huijsen sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022