
Gelandang Real Madrid Eduardo Camavinga. (ig @camavinga)
JawaPos.com-Real Madrid memang keluar sebagai pemenang saat menjamu Sevilla, berkat gol Jude Bellingham dan Kylian Mbappe. Namun, skor akhir tak sepenuhnya mencerminkan betapa sulit pertandingan tersebut bagi tim asuhan Xabi Alonso.
Meski unggul sebelum jeda dan bahkan menghadapi Sevilla yang bermain dengan sepuluh pemain sejak menit 67, Madrid tetap kesulitan mengontrol jalannya laga. Marcao do Nascimento diganjar kartu merah karena tekel berbahaya terhadap Bellingham.
Situasi ini memuncak dengan luapan emosi Eduardo Camavinga tak lama setelah dia masuk sebagai pemain pengganti. Melansir Defensa Central, gelandang Prancis itu terlihat sangat frustrasi terhadap Dean Huijsen yang banyak kehilangan bola di area berbahaya.
Kesalahan tersebut langsung memicu siulan dari publik Santiago Bernabeu dan membuka peluang bagi Sevilla untuk mencetak gol. Camavinga tak bisa menahan amarah.
“Jangan mainkan seperti itu, berikan padaku atau mainkan umpan pendek,” teriak pemain bernomor punggung 6 tersebut kepada Huijsen.
Teguran itu datang setelah sang bek tengah, yang menjadi starter, beberapa kali melakukan kesalahan mendasar. Sejak awal laga, Huijsen sudah terlihat goyah dalam konsentrasi. Termasuk saat dia memberi ruang yang berujung pada ancaman dari Isaac Romero dan Alexis Sánchez.
Momen tersebut menjadi cerminan rapuhnya lini pertahanan Real Madrid dalam pertandingan ini. Padahal, di awal musim, tim Xabi Alonso dikenal solid di belakang, dengan pressing tinggi yang efektif menekan lawan.
Kini, performa tersebut tampak menurun, dan pertandingan melawan Sevilla menjadi pengingat bahwa banyak hal harus segera dibenahi. Laga ini sekaligus menjadi penutup 2025 bagi Real Madrid. Waktu istirahat Natal pun terbilang singkat, hanya sekitar dua minggu.
Setelah itu, mereka akan kembali beraksi di Santiago Bernabéu menghadapi Real Betis. Ujian penting sebelum memasuki fase krusial musim.
Cedera yang menghantam skuad, terutama di lini pertahanan, menjadi faktor yang tak bisa diabaikan. Namun, hal itu seharusnya tidak menghalangi evaluasi jujur dan kritik diri yang sehat.
Jadwal padat menanti, dan setelah jeda musim dingin, fokus Madrid akan langsung tertuju pada Piala Super Spanyol. Turnamen tersebut bisa menjadi peluang gelar pertama Real Madrid pada 2026.
Atlético Madrid sudah menunggu di semifinal yang akan digelar di Arab Saudi pada pekan kedua Januari. Di sisi lain, Barcelona atau Athletic Club berpotensi menjadi lawan di partai final.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
