
Oliver Glasner (Instagram.com/cpfc)
JawaPos.com - Pelatih kepala Oliver Glasner meyakini bahwa Crystal Palace bermain lebih baik dalam kekalahan 3-0 melawan Manchester City pada hari Minggu dibandingkan saat kemenangan mereka di final Piala FA bulan Mei lalu melawan lawan yang sama.
Erling Haaland mencetak dua gol dan disusul oleh Phil Foden yang sedang dalam performa terbaiknya, saat City meraih kemenangan telak di Selhurst Park.
Namun, skor akhir mungkin tidak menceritakan keseluruhan cerita pertandingan di mana Palace melepaskan 16 tembakan berbanding tujuh tembakan City dan memenangkan pertarungan expected goals (xG) dengan skor 2,08 berbanding 1,18.
Palace juga dua kali membentur tiang gawang, melalui Yeremy Pino dan Adam Wharton, ini adalah kali kedua mereka membentur tiang gawang lebih dari sekali dalam pertandingan Liga Inggris musim ini (juga saat melawan West Ham pada bulan September).
Peluang Crystal Palace telah membentur tiang gawang delapan kali secara keseluruhan musim ini, dengan hanya Manchester United dan Newcastle United (masing-masing sembilan kali) yang melakukannya lebih sering di Liga Inggris.
Ketika Palace mengalahkan City di Stadion Wembley untuk memenangkan trofi besar pertama mereka pada bulan Mei, The Eagles hanya melepaskan tujuh tembakan ke gawang lawan dibandingkan dengan 23 tembakan, kalah dalam pertarungan xG dengan skor 0,74 berbanding 2,23.
Berbicara kepada BBC Match of the Day tentang hasil tersebut, Glasner mengatakan: "Rasanya sedikit salah, tetapi kita harus menerimanya. Beginilah cara pertandingan besar ditentukan. Selisihnya sangat tipis."
"Saya rasa City lebih baik dalam kotak penalti. Kami melepaskan 16 tembakan dan kalah 3-0 adalah momen yang sulit. Kami akan mengambil pelajaran dari pertandingan ini. Kami membutuhkan pertandingan-pertandingan seperti ini untuk tumbuh, berkembang, dan maju."
"Kami memiliki tiga atau empat peluang besar, dan kami mencoba untuk mencetak gol dan kembali ke permainan. Rasanya jika kami berhasil, sesuatu bisa terjadi."
"Gol pertama mereka, itu umpan silang yang bagus, pergerakan yang hebat, dan sundulan yang hebat, itulah mengapa itu Haaland dan mengapa dia mencetak 40 gol dalam satu musim."
"Penampilan hari ini lebih baik daripada final Piala FA, tetapi kami memiliki efisiensi dan City kehilangan itu."
Palace juga mengalami pukulan besar ketika gelandang Daichi Kamada cedera dan harus ditarik keluar pada babak kedua, dan Glasner tidak sabar untuk bermain tanpa pemain internasional Jepang itu.
"Itulah bagian yang paling mengecewakan dari pertandingan ini," kata Glasner.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
