Mikel Arteta (Instagram/@arsenal)
JawaPos.com - Mikel Arteta menepis kemungkinan kepergian penyerang Arsenal, Gabriel Jesus, pada Januari 2026 setelah ia pulih dari cedera.
Jesus mengalami cedera ligamen anterior cruciate (ACL) pada Januari 2025 saat pertandingan Piala FA Arsenal melawan Manchester United, tetapi kembali bermain dalam kemenangan Liga Champions The Gunners atas Club Brugge pada tengah pekan ini.
Pemain asal Brasil itu memberikan kesan yang kuat pada kepulangannya, menciptakan satu peluang untuk rekan-rekan setimnya sebelum melepaskan tiga tembakan, salah satunya membentur mistar gawang.
Arsenal akan menghadapi Wolves dalam pertandingan Liga Inggris, dan berupaya bangkit kembali setelah kekalahan dari Aston Villa di laga sebelumnya.
Meskipun Jesus kemungkinan besar tidak akan menjadi starter melawan tim terbawah liga itu, Arteta yakin pemain berusia 28 tahun itu harus berjuang untuk mendapatkan tempat di starting eleven.
“Tidak, saya tidak mempertimbangkan itu, terutama dengan situasi yang kita hadapi saat ini,” kata Arteta ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan untuk menjual Jesus pada Januari nanti.
“Saya pikir Gabby memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada tim dan dia membuktikannya sejak menit-menit pertama dia bisa bermain kembali.”
“Dia telah berusaha begitu keras untuk kembali berada di posisi ini dan sekarang fokusnya adalah untuk bersama kami.”
“Pemain sekaliber dia, pemain yang telah memberikan begitu banyak kepada kami dan ketika dia datang dengan energi seperti yang dia tunjukkan beberapa hari yang lalu, dia jelas merupakan pemain yang harus didorong dan diincar (untuk menjadi starter), itu sudah pasti.”
Arsenal telah memenangkan delapan pertandingan Liga Inggris terakhir mereka melawan Wolves, rekor kemenangan beruntun terpanjang mereka melawan lawan yang sama sejak rekor 10 kemenangan melawan Burnley dari 2010 hingga 2019.
Ini akan menjadi pertandingan Liga Inggris ke-42 antara tim puncak dan tim terbawah, dengan pemimpin liga memenangkan 30 dari 41 pertandingan sebelumnya (7 seri, 4 kalah).
Wolves bertanggung jawab atas dua dari empat kemenangan tim terbawah, mengalahkan Manchester United di Molineux pada Januari 2004 dan Februari 2011.
Karena itu, Arteta waspada terhadap ancaman yang bisa ditimbulkan Wolves, dan mendorong para pemainnya untuk tidak lengah di Emirates.
“Dengan memahami bahwa tim dalam posisi tersebut harus bereaksi dan menunjukkan taringnya,” tambah Arteta ketika ditanya bagaimana cara waspada terhadap lawan yang akan datang.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
