
Imbang tanpa gol dalam persaingan sengit, Gladbach tetap tak terkalahkan melawan RB Leipzig. (Dok. Kicker)
JawaPos.com - Borussia Monchengladbach mempertahankan tren positif mereka di Bundesliga setelah bermain imbang 0-0 melawan RB Leipzig dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh taktik, pada Jumat (28/11). Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Gladbach menjadi empat pertandingan liga beruntun, sekaligus menjadi ujian terbesar sejak momentum kemenangan mereka kembali terbentuk bulan ini.
Pertandingan di Borussia-Park itu sejak peluit babak pertama berbunyi telah menggambarkan bahwa Gladbach semakin stabil di bawah Eugen Polanski, sementara Leipzig yang datang sebagai tim peringkat kedua, tidak ingin kehilangan ritme usai kemenangan meyakinkan mereka melawan Werder Bremen. Kedua tim memainkan pola yang hampir simetris, menggunakan organisasi bertahan yang ketat, tekanan tinggi terukur, dan kesabaran luar biasa dalam mengelola tempo.
Polanski tidak melakukan perubahan pada susunan pemain inti yang sebelumnya menang 3-0 di Heidenheim. Leipzig pun demikian, Ole Werner hanya kehilangan Ouedraogo karena cedera lutut, digantikan oleh Schlager yang kembali menempati posisi naturalnya. Kedua pelatih menunjukkan kepercayaan penuh pada konsistensi sistem yang mulai terbangun.
Pertahanan Disiplin, Minim Peluang
Sejak menit awal, Gladbach cenderung bertahan dengan menjaga blok pertahanan tetap rapat, merebut bola secepat mungkin, lalu melancarkan serangan balik cepat. Namun ketidakakuratan dalam transisi membatasi mereka menciptakan peluang berbahaya. Pertandingan pun berkembang menjadi perang attrisi, bukan saling serang yang eksplosif.
Leipzig membuka percobaan awal melalui David Raum dan penyerang muda Nusa, masing-masing pada menit ke-10 dan 13. Tuan rumah baru mendapat peluang berarti di menit ke-18, namun kesalahan koordinasi antara Florian Neuhaus dan Castrop membuat kesempatan itu hilang.
Peluang terbaik babak pertama datang dari Harder. Penyerang Denmark itu melepaskan tembakan rendah yang masih melebar tipis, sebuah momen yang menjadi gambaran betapa rapatnya lini belakang Gladbach. Kedua kiper hampir tak tersentuh sepanjang 45 menit pertama, membuat skor 0-0 terasa adil.
Gol Dianulir VAR, Diks Hampir Cetak Gol Bunuh Diri
Drama mulai terasa di awal babak kedua. Hanya dua menit setelah peluit berbunyi, Reitz mengirimkan umpan terobosan cerdas untuk Franck Honorat, yang sukses menjebol gawang Leipzig. Namun sorak sorai publik Borussia-Park langsung padam setelah VAR menemukan offside tipis, hanya beberapa milimeter. Gladbach gagal memecah kebuntuan.
Tim tuan rumah terus menekan melalui skema serangan balik. Tendangan sudut mereka menjadi ancaman salah satu ancaman, Xaver Schlager hampir mencetak gol bunuh diri, sementara Kevin Diks menyundul bola ke sedikit diatas mistar pada menit ke-57. Pemain timnas Indonesia ini tampil menonjol dalam pertandingan ini meski berposisi sebagai bek, ia beberapa kali menjadi figur penting dalam duel udara dan situasi bola mati.
Leipzig mencoba kembali menguasai pertandingan, namun pertahanan Gladbach tetap disiplin. Harder kembali menjadi sumber ancaman, memaksa kiper Nicolas melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-71.
VAR Kedua, Tiang Gawang Menyelamatkan Gladbach
Ketegangan meningkat saat wasit memberi Gladbach penalti setelah kontak minimal antara Orban dan Machino. Tetapi kali ini VAR kembali turun tangan. Siebert, petugas VAR, menunjukkan bahwa Orban sebenarnya menyapu bola dengan bersih. Keputusan dibatalkan, membuat tensi pertandingan semakin naik.
Leipzig menutup laga dengan tekanan luar biasa. Raum nyaris mencetak gol kemenangan pada menit ke-80 ketika ia melepaskan tembakan dari sudut sempit, namun bola hanya membentur tiang kanan. Itu menjadi peluang paling berbahaya tim tamu pada laga tersebut.
Tatap DFB Pokal dan Laga Berat Berikutnya

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
