
Tijjani Reijnders optimis di laga Manchester City berikutnya. (Dok. Instagram/@tijjanireijnders)
JawaPos.com - Manchester City mengalami masa sulit setelah dua kekalahan yang datang secara beruntun dalam rentang waktu tiga hari. Kekalahan pertama terjadi di kandang Newcastle United dalam laga Liga Premier, sebelum pasukan Pep Guardiola kembali tumbang saat menghadapi Bayer Leverkusen di ajang Liga Champions pada Rabu (26/11).
Dua hasil negatif ini membuat atmosfer ruang ganti menurun signifikan dan menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi City yang sebelumnya hanya sekali kalah dalam 14 pertandingan terakhir.
Salah satu pemain berdarah Indonesia Tijjani Reijnders yang tampil sebagai salah satu dari sepuluh pemain rotasi untuk laga melawan Leverkusen, meminta rekan-rekannya menjaga ketenangan.
Reijnders menegaskan City tidak boleh kehilangan kepercayaan diri hanya karena dua kekalahan beruntun. Menurutnya, cara terbaik untuk kembali ke jalur positif ialah fokus pada pertandingan berikutnya.
“Kita tidak boleh kehilangan kepercayaan diri karena kita sudah bermain bagus sebelumnya dan kita harus kembali ke kemenangan beruntun itu dengan bersiap untuk pertandingan berikutnya pada hari Sabtu,” kata Reijnders dikutip dari Daily Mail (26/11).
Reijnders juga mencoba menenangkan suasana dan menegaskan optimismenya pada pertandingan selanjutnya musim ini.
“Kita tidak perlu panik sekarang. Tentu saja kalah dua kali berturut-turut bukanlah hal yang baik, tetapi kita tahu masih banyak peluang musim ini dan kita harus berjuang dari pertandingan ke pertandingan,” tegas Reijnders.
Pep Guardiola juga mengakui bahwa keputusan merombak tim terlalu drastis saat menghadapi Leverkusen merupakan sebuah kesalahan. Guardiola menilai rotasi besar dilakukan dalam kondisi tidak ideal dan memengaruhi ritme permainan.
Meskipun demikian, Guardiola optimistis bahwa skuadnya masih memiliki banyak peluang untuk memperbaiki keadaan pada sisa musim ini.
“Saya merasa secara naluri, dari firasat saya, tim berlatih dengan baik, mereka luar biasa, suasananya bagus. Jadi ayo, Liga Champions di kandang, posisi kami juga bagus,” kata Guardiola.
“Dan ke depannya, untuk laga-laga berikutnya, kami punya Fulham, Sunderland, Real Madrid, banyak pertandingan beruntun. Tidak mungkin Erling bermain 95 menit sepanjang waktu,” tambah Guardiola dikutip dari Reuters.
Sementara itu, kapten sementara John Stones menyampaikan bahwa kekalahan dari Leverkusen meninggalkan kekecewaan mendalam. Dilansir dari Daily Mail (26/11), Stones mengungkapkan suasana ruang ganti yang sedang tidak baik dan menilai tim tampil di bawah standar.
Stones menyebut City kehilangan ketajaman, agresivitas, dan sentuhan klinis yang biasanya menjadi ciri khas permainan mereka.
“Kami kurang dalam beberapa hal yang tidak biasa bagi kami sebagai tim dan sebagai pemain, dan kami semua kecewa. Saya kecewa telah memimpin tim keluar,” kata Stones.
City kini bersiap menghadapi Leeds United pada Sabtu (29/11), sebelum bertemu Fulham dan Sunderland. Rangkaian pertandingan ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri City sebelum bertandang ke markas Real Madrid pada 11 Desember di Liga Champions.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
