
Antonio Conte memberikan instruksi kepada pemain Napoli. (Reuters/Alberto Lingria)
JawaPos.com–Antonio Conte menegaskan Napoli merasakan energi positif dalam kemenangan krusial 2–0 atas Qarabag di Liga Champions. Hal itu dapat membantu Partenopei melewati krisis cedera yang semakin parah.
Juara bertahan Serie A ini merasakan tekanan terus-menerus buntut beberapa hasil mengecewakan di Eropa beberapa laga sebelumnya. Khususnya frustrasi setelah penalti Rasmus Hojlund digagalkan.
Namun, tim dari kota Naples ini akhirnya berhasil menembus gawang raksasa Azerbaijan itu lewat sundulan Scott McTominay. Tendangan voli akrobatik pemain internasional Skotlandia ini membentur Marko Jankovic menciptakan gol bunuh diri.
Setelah laga, seolah ingin menunjukkan persatuan di dalam skuad, Conte bersama anak asuhannya merayakan kemenangan di lingkaran tengah lapangan. Mereka memperingati lima tahun wafatnya legenda tim Diego Armando Maradona, yang kini menjadi nama stadion mereka.
"Malam itu istimewa bagi Napoli dan seluruh warga Naples. Maradona mewakili sesuatu yang sulit dijelaskan kecuali Anda berada di sini, jadi kami ingin menghormati hari ini. Ada energi positif di stadion (setelah kemenangan ini), kami memberikan dan juga menerimanya," ujar Conte.
“Saya merasakan energi yang baik dalam tim, bahkan di babak pertama saya sudah yakin kami akan mendapatkan hasil. Energi itu sangat penting, saya harus menjadi yang pertama memiliki banyak energi yang bisa saya salurkan kepada tim," imbuh dia.
“Saya bertanggung jawab dalam (kekalahan dari) Bologna, dan mengatakan mungkin saya tidak menyalurkan energi yang saya inginkan. Energi itu fundamental, kita membutuhkan tingkat yang tepat, untuk saling membantu, mampu berjuang bersama demi tujuan bersama," tutur Conte.
“Terkadang orang menilai tim (Napoli) berdasarkan hasil, tetapi saya katakan dalam musim yang sulit ini, ketika kami terus mengejar, itu sulit. Ada banyak situasi yang bisa saya kendalikan, tetapi cedera bukan salah satunya,” tambah dia.
“Kemarin, kami hanya punya waktu 15 menit untuk berlatih karena (cuaca) badai, dan dalam 15 menit itu Gutierrez (kakinya) terkilir. Orang-orang melihat hasil pertandingan, mengatakan Napoli sedang krisis, tetapi tidak melihat situasi di balik hasil pertandingan," ucap dia.
“Ketika kami berada dalam situasi darurat, saya merasa tingkat tanggung jawab setiap orang meningkat secara eksponensial, karena para pemain menyadari betapa sulitnya situasi ini dan bahaya yang akan kami hadapi,” tandas pelatih kelahiran Lecce berusia 56 tahun ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022