Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 November 2025 | 16.52 WIB

4 Perubahan yang Bisa Dilakukan Barcelona untuk Bangkit dari Kekalahan Menyakitkan El Clasico

Skuad Barcelona setelah kalah di laga El Clasico awal musim ini. (Javier Sorianop/AFP)

JawaPos.com – Barcelona harus menghadapi kenyataan pahit setelah mengalami kekalahan dari Real Madrid pada pekan lalu. Kekalahan ini mengakhiri rekor tak terkalahkan mereka melawan rival berat tersebut sejak Hansi Flick menjabat sebagai pelatih.

Tim yang dilatih oleh Xabi Alonso tersebut menunjukkan performa yang lebih tajam, intens, dan jauh lebih baik dibandingkan sang juara bertahan La Liga. Madrid mendominasi permainan hampir sepanjang waktu, dan hasil akhir 2-1 mungkin terlalu menguntungkan bagi Barcelona di Santiago Bernabeu.

Ini merupakan kekalahan ketiga bagi Barcelona dalam lima pertandingan di bulan Oktober, jumlah yang sama dengan yang mereka alami dalam delapan bulan pertama tahun 2025. Penampilan yang kurang mengesankan telah menjadi ciri khas Barcelona di musim kedua Flick. Tim ini tampak jauh tertinggal dibandingkan dengan musim 2024/2025 yang penuh dengan kemenangan, yang sebelumnya meningkatkan harapan untuk musim ini.

Beruntung bagi Barcelona, masih ada banyak waktu untuk memperbaiki keadaan. Namun, saat ini mereka tertinggal lima poin dari Los Blancos di La Liga setelah mengalami kekalahan yang mengecewakan di El Clasico. Saat ini, Blaugrana lebih dikelilingi oleh keraguan ketimbang kepastian untuk melanjutkan perburuan trofi dan gelar Eropa. Perubahan signifikan diperlukan agar mereka bisa bangkit dari serangkaian hasil buruk yang telah didapat.

Setidaknya, ada empat langkah yang bisa diambil Barcelona untuk bangkit dari kekalahan El Clasico menjelang laga melawan Elche pada Senin (3/11) dini hari WIB, di Stadion Olimpiade Lluís Companys.

Menemukan kembali identitas Blaugrana adalah langkah pertama yang perlu dilakukan. Kekalahan dari Madrid untuk pertama kalinya di era Flick mungkin justru menjadi titik balik yang dibutuhkan Barcelona untuk mengembalikan jati diri mereka. Barcelona memulai musim dengan penampilan yang seolah-olah masih berbangga atas kesuksesan treble domestik musim lalu, memperlihatkan bahwa mereka hanya perlu tampil maksimal untuk meraih kemenangan.

Meski kualitas individu para pemain dan momen-momen magis sempat membawa mereka meraih delapan kemenangan beruntun di awal musim, tampaknya keberuntungan mereka kini telah habis. Sepanjang masa debut Flick, Blaugrana tampil seperti tim tanpa pamrih yang termotivasi untuk mengembalikan klub ke puncak sepak bola Spanyol dan Eropa, seperti yang telah mereka tunjukkan musim lalu.

Namun, kesuksesan musim lalu tampaknya telah mempengaruhi tim muda yang kini bermain tanpa ketajaman, intensitas, dan hasrat yang menjadi ciri khas mereka. Barcelona terlihat terpecah belah, mengandalkan individu, alih-alih bermain sebagai tim. Usaha dan intensitas adalah kunci kesuksesan mereka di bawah sistem Flick. Barcelona harus bersatu dan menemukan kembali karakter mereka, terutama setelah Real Madrid mengakhiri rentetan kemenangan El Clasico mereka.

Selanjutnya adalah menemukan stabilitas pertahanan menjadi sangat penting. Dalam 13 pertandingan di semua kompetisi musim ini, Barcelona hanya mencatatkan tiga clean sheet, dengan dua di antaranya melawan tim yang saat ini berada di zona degradasi La Liga. Hal ini menunjukkan bahwa pertahanan Blaugrana mulai keropos. Eric Garcia dan Pau Cubarsi menjadi duet bek tengah pilihan Flick, namun keduanya kurang solid dalam menghadapi serangan lawan.

Ronald Araujo, meskipun sering melakukan kesalahan, menawarkan kekuatan fisik dan kepemimpinan yang dibutuhkan. Jika Flick ingin mempertahankan garis pertahanan tinggi, Araujo harus menjadi pilihan utama. Ini juga akan memberi kesempatan bagi Garcia untuk bersaing di posisi bek kanan, di mana ia tampil baik di akhir musim lalu. Saat ini, performa Jules Kounde juga belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Barcelona tidak bisa dianggap sebagai pesaing serius dengan kondisi pertahanan yang keropos. Flick perlu menemukan solusi untuk memperbaiki lini belakang yang rapuh, atau mempertimbangkan untuk merekrut bek tengah baru pada bulan Januari mendatang.

Ketajaman lini serangan juga perlu dibangkitkan. Meskipun Marcus Rashford dan Fermín Lopez bukanlah penyerang paling berbahaya di awal musim ini, mereka menunjukkan potensi saat melawan Real Madrid. Serangan Barcelona tampak kurang imajinatif dan lambat dalam sebulan terakhir, kecuali saat mereka menang telak 6-1 atas Olympiakos. Cedera menjadi salah satu penyebab utama, tetapi penurunan performa serangan Barca jelas terlihat.

Dani Olmo, yang diharapkan bersinar sebagai gelandang serang, tampil buruk dan mengalami cedera hamstring yang membuatnya absen dalam tiga pertandingan terakhir. Walaupun Robert Lewandowski dan Ferran Torres telah mencetak empat gol di La Liga musim ini, performa mereka secara keseluruhan jauh dari harapan. Lamine Yamal, wonderkid berusia 18 tahun, juga belum pulih sepenuhnya dari cedera pangkal paha, dan penampilannya terlihat kurang meyakinkan dibandingkan musim lalu.

Secara keseluruhan, lini serang Barcelona tampak kurang berirama dan kehilangan kreativitas. Absennya Raphinha terbukti menjadi pukulan telak, namun Barcelona seharusnya memiliki cukup alternatif untuk mengisi kekosongan tersebut. Olmo dan Lewandowski diharapkan segera kembali. Flick kini harus menemukan cara untuk menghidupkan kembali lini serang yang sedang terpuruk.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore