
Frenkie de Jong membela Lamine Yamal usai bentrokan panas di akhir El Clasico (Instagram @fcbarcelona)
JawaPos.com - Akhir laga El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona, yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Los Blancos, diwarnai insiden panas.
Ketegangan meningkat usai peluit panjang dibunyikan di Santiago Bernabéu, ketika dua kubu pemain terlibat bentrokan yang berawal dari pertengkaran antara Dani Carvajal dan Lamine Yamal.
Situasi memanas setelah Carvajal dikabarkan berniat berbicara dengan Yamal terkait komentar yang diduga menyinggung Real Madrid sebagai “tim perampok.” Momen tersebut terjadi tepat setelah laga berakhir dan memicu keributan di lapangan.
Namun, tak semua pihak menilai Lamine bersalah. Salah satu pembela paling vokal datang dari rekan setimnya di Barcelona, Frenkie de Jong, yang secara terbuka mengkritik cara pemain-pemain Real Madrid menanggapi situasi itu.
De Jong: "Reaksi Pemain Madrid Terlalu Berlebihan"
Dalam wawancara yang dikutip dari Mundo Deportivo (MD), Frenkie de Jong menilai bahwa pemain-pemain Real Madrid bereaksi secara berlebihan terhadap situasi kecil di lapangan.
"Reaksi para pemain Real Madrid sangat berlebihan. Jika kamu mengenal Lamine, dan merasa dia tidak perlu mengatakan hal seperti itu, bicaralah secara pribadi. Mengapa harus membuat gestur di lapangan?" ujar De Jong.
Gelandang asal Belanda itu juga membela Yamal dengan menegaskan bahwa tidak ada pernyataan langsung yang menuduh Real Madrid "mencuri."
"Lagipula, itu bukan masalah besar. Saya tidak mendengar Lamine mengatakan bahwa Real Madrid mencuri secara langsung. Orang lain di Kings League yang mengatakannya," tambahnya.
Komentar De Jong ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap Lamine Yamal, pemain berusia 18 tahun yang kerap menjadi pusat perhatian media sejak tampil menonjol di skuad utama Barcelona.
Tanggapan De Jong atas Kekalahan di El Clasico
Selain membahas insiden panas tersebut, Frenkie de Jong juga menyinggung performa timnya dalam kekalahan dari Real Madrid. Ia mengakui bahwa Barcelona tidak tampil cukup tajam untuk mengimbangi agresivitas tuan rumah.
"Kalau kami tidak menyerang, mereka akan menyerang balik dan menciptakan bahaya. Kami perlu menciptakan peluang dan meningkatkan diri," ujar De Jong.
"Kami bersaing, tapi itu belum cukup. Di babak kedua, kami lebih menguasai bola, tapi kurang menciptakan bahaya dan gagal memanfaatkan peluang."

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
