John Terry merasa senang setelah pulang ke Chelsea sebagai tim perlatih akademi (Instagram: @johnterry.24)
JawaPos.com - Legenda Chelsea, John Terry, baru-baru ini mengungkapkan salah satu mimpi terakhirnya. Melalui akun TikTok pribadinya, @johnterry26, John Terry mengatakan bahwa mimpinya adalah menjadi pelatih utama The Blues.
Meski telah lama pensiun dan kini lebih banyak berkiprah di bidang kepelatihan, Terry mengaku masih memiliki hasrat besar untuk kembali ke Stamford Bridge dalam kapasitas yang berbeda.
“Saya sudah melakukan segalanya di Chelsea, dan bagi saya sekarang, satu hal yang masih kurang adalah menjadi manajer klub tersebut. Itulah alasan saya terjun ke dunia kepelatihan setelah pensiun, karena impian saya adalah belajar dan memahami profesi ini lebih dalam.
Setelah bermain selama 22 tahun, tentu saja saya banyak belajar untuk bisa terjun ke manajemen, terutama setelah bermain di level tertinggi dan berada di bawah arahan banyak manajer hebat.
Tapi itu tidak otomatis memberi saya hak untuk langsung menjadi pelatih di level tertentu karena kita harus belajar dan memahami apa yang dibutuhkan untuk benar-benar sukses di sana,” ungkap eks kapten Chelsea itu.
Terry dikenal sebagai salah satu kapten paling sukses dalam sejarah Chelsea. Selama membela klub dari 1998 hingga 2017, ia mencatat lebih dari 700 penampilan dan mempersembahkan sederet trofi bergengsi, termasuk lima gelar Premier League, satu Liga Champions, dan lima Piala FA.
Setelah pensiun, Terry memulai karier kepelatihan sebagai asisten manajer di Aston Villa, kemudian kembali ke Chelsea untuk membantu pengembangan pemain muda di akademi klub.
Ia juga beberapa kali terlibat dalam proyek pelatihan dan menjadi pembicara dalam program pengembangan manajerial di Inggris.
Kendati belum pernah menjabat sebagai manajer utama di level profesional, Terry menegaskan dirinya terus belajar dan memperluas pengalaman agar siap bila kesempatan itu datang.
Ia menyadari bahwa menjadi pelatih klub sebesar Chelsea memerlukan lebih dari sekadar status sebagai legenda, melainkan kemampuan mengelola tim di level tertinggi dan menghadapi tekanan besar dari publik serta media.
Jika mimpinya terwujud, kembalinya sang kapten dalam peran pelatih akan menjadi bab baru yang sangat dinantikan di Stamford Bridge.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
