Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 16.47 WIB

Imbas Sanksi FIFA ke Malaysia, Netizen Filipina Ikut Soroti Keaslian Empat Pemain Berpaspor Filipina di Johor Darul Takzim

Oscar Arribas saat memperkuat JDT. (ig @oscararribas_8) - Image

Oscar Arribas saat memperkuat JDT. (ig @oscararribas_8)

JawaPos.com-Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menjadi sorotan dunia. FIFA menjatuhkan sanksi tegas akibat pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain.

Kasus ini tidak hanya berdampak pada Timnas Malaysia, tetapi juga memicu diskusi hangat di berbagai negara di ASEAN, khususnya Filipina.

Melalui media sosial, sejumlah netizen Filipina mulai meragukan keaslian status empat pemain yang saat ini membela klub Johor Darul Takzim (JDT) di Liga Super Malaysia yang tercatat memiliki paspor Filipina.

Walaupun memiliki paspor Filipina, anehnya keempatnya belum pernah sekalipun dipanggil untuk memperkuat Timnas Filipina, sehingga menimbulkan pertanyaan besar di media sosial.

Empat pemain tersebut yaitu Antonio Clauder, bek kelahiran Algeciras, Spanyol, 18 Oktober 1995; Oscar Aribas, winger kelahiran Madrid, Spanyol, 22 Oktober 1998; Enzo Lombardo, gelandang kelahiran Decines-Charpieu, Prancis, 16 April 1997; dan Teto Martin, gelandang kelahiran Santa Cruz de Tenerife, Spanyol, 13 September 2001.

Keempat pemain ini terdaftar sebagai pemain Filipina di kompetisi Malaysia. Namun anehnya jejak mereka di sepak bola Filipina tidak ada. Absennya mereka dari skuad Timnas Filipina menambah keraguan publik terhadap keaslian dokumen kewarganegaraan mereka.

Latar Belakang Kecurigaan

Isu ini mencuat setelah kasus pemalsuan dokumen naturalisasi yang dilakukan Malaysia terbongkar. FIFA langsung menjatuhkan sanksi, termasuk larangan tampil selama 12 bulan untuk ketujuh pemain tersebut, serta denda finansial untuk timnas Malaysia.

Situasi ini membuat publik sepak bola Asia Tenggara semakin waspada terhadap kemungkinan manipulasi data kewarganegaraan pemain yang dilakukan Harimau Malaya.

Bagi netizen Filipina, wajar jika mereka mempertanyakan status empat pemain di atas. Pasalnya, Timnas Filipina dikenal cukup terbuka dengan pemain diaspora, termasuk yang berkarier di luar negeri.

Namun, hingga kini nama Clauder, Aribas, Lombardo, maupun Martin tidak pernah masuk radar pemanggilan resmi tim nasional.

Di Facebook, beberapa akun komunitas sepak bola Filipina ramai membicarakan hal ini. Ada yang menilai keempat pemain tersebut memang sah memiliki darah Filipina dari garis keturunan keluarga.

Namun ada juga yang curiga bahwa dokumen naturalisasi mereka sekadar formalitas agar bisa tampil di Liga Malaysia tanpa mengganggu kuota pemain asing.

“Kalau memang benar mereka punya paspor Filipina, kenapa tidak pernah dipanggil timnas? Minimal sekali saja,” tulis salah satu netizen.

Komentar lain menyebut bahwa situasi ini bisa merusak reputasi sepak bola Asia Tenggara jika tidak ada transparansi dari pihak klub maupun federasi sepakbola Asia (AFC).

Meski belum ada bukti kuat, sorotan publik ini bisa menimbulkan tekanan tersendiri bagi Johor Darul Takzim dan Federasi Sepak Bola Filipina (PFF). Jika ternyata ada manipulasi dokumen, bukan tidak mungkin FIFA akan memperluas investigasi ke negara lain setelah kasus Malaysia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore