
Timnas Sepak Bola Malaysia. (Dok. Instagram/@Malaysia_NT)
Jawapos.com - Babak baru mengenai hukuman FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyeruak setelah Putra Mahkota Johor sekaligus bos klub Johor Darul Ta'zim (JDT) Tunku Ismail Idris diduga menuduh Indonesia sebagai penyebab hal tersebut.
Melalui akun media sosial pribadinya, bos JDT tersebut menuliskan perihal ada intervensi asing yang membujuk FIFA untuk menjatuhkan sanksi kepada FAM.
"FAM sudah ikut proses dan bekerja sama dengan FIFA serta Pemerintah Malaysia. FIFA pun sebelumnya sudah memberikan persetujuan, tetapi mengapa sekarang keputusannya berubah? Apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai tiba-tiba muncul keputusan seperti ini? Apakah ada entitas luar (intervensi asing) yang ikut campur dan mempengaruhi keputusan FIFA?" tulisnya.
Tak hanya itu, Tunku Ismail Idris juga merujuk kepada seseorang yang bertemu kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, di New York baru-baru ini.
"Satu lagi pertanyaan, hukuman dijatuhkan tanpa memberikan alasan yang jelas atas keputusan tersebut. Selain itu, FIFA juga sangat cepat mempublikasikan keputusan itu ke ranah publik, padahal proses banding belum selesai. Siapa yang berada di New York saat itu? Saya sangat berharap FAM akan segera mengajukan banding. Ini adalah surat konfirmasi dari Jabatan Pendaftaran Negara," sambungnya.
Adapun belum lama ini Presiden Prabowo Subianto yang sedang berada di New York untuk menghadiri sidang PBB ke-80, sempat bertemu dengan Gianni Infantino di sela-sela kesibukan agenda kenegaraan.
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) pada 26 September 2025 menjatuhkan hukuman kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) karena melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait pemalsuan dan manipulasi dokumen.
Pada kasus ini FAM diduga melakukan pemalsuan dokumen untuk tujuh pemain yaitu Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano. Ketujuh pemain dikenai sanksi denda dan skorsing 12 bulan dari semua aktivitas yang berhubungan dengan sepak bola.
Adapun FIFA memberikan waktu 10 hari kepada FAM untuk mengajukan banding.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
