
Jose Mourinho rayakan debut manis usai Benfica kalahkan AVS. (Instagram @slbenfica).
JawaPos.com-Jose Mourinho resmi memulai pekerjaannya sebagai pelatih baru Benfica pada September 2025. Penunjukan ini menjadi sorotan karena merupakan kembalinya Mourinho ke klub yang pernah dia latih pada tahun 2000, meskipun kala itu masa jabatannya berlangsung singkat.
Kehadirannya kali ini disambut dengan ekspektasi besar dari pendukung maupun pihak internal klub. Pertandingan pertama Mourinho berjalan dengan kemenangan.
Benfica sukses meraih hasil positif dengan skor 3–0 atas AVS. Kemenangan itu memberi sinyal awal yang baik bagi skuad, namun peristiwa di luar lapangan justru langsung menjadi pusat perhatian.
Namun, pada pertandingan kedua, Benfica ditahan imbang oleh tim yang belum pernah menang, Rio Ave. Puncak ketegangan terjadi saat gol Benfica dianulir di menit ke-91.
Hal ini memicu amarah Mourinho, yang dikenal selalu blak-blakan. Dia tidak ragu melontarkan kritikan tajam kepada para ofisial, menyebut keputusan wasit sebagai sangat tidak adil dan hasil yang mengerikan.
"Kami tidak tampil cukup baik di babak pertama. Babak kedua bagus, sesuai dengan keterbatasan kami. Kami dominan, agresif, dan menciptakan peluang, selalu bermain di area pertahanan mereka. Dua pemain yang masuk mengubah jalannya pertandingan," kata Mourinho dikutip melalui laman The Mirror, Rabu (24/9).
"Kami mencetak gol. Jika ini adalah sepak bola baru, di mana gol dianulir karena jari kaki kecil menginjak jari kaki kecil lainnya, saya tidak suka sepak bola baru ini," sambung dia.
"Tapi begitulah adanya, jadi kami harus menerimanya. Kami terus mencoba dan akhirnya mencetak gol, tetapi kami kebobolan saat seharusnya tidak boleh kebobolan. Ini sangat tidak adil dan hasil yang buruk bagi kami. Itu adalah pertandingan yang diinginkan Rio Ave dan yang diizinkan oleh wasit," lanjut Jose Mourinho.
"Kami bukanlah tim yang terlalu mengandalkan fisik atau kuat dalam duel udara. Kami harus menembus pertahanan lawan melalui jalur lain. Dengan Aursnes dan Ivanovic, lebar serangan kami terbatas, karena tipe pemain mereka. Kami mencoba dengan Dedic dan Dahl, dan juga dengan Lukebakio, yang belum sepenuhnya bugar, dan dengan Andreas (Schjelderup)," tandas dia.
"Kami terkena serangan balik, dan tim yang sedang unggul tidak boleh kebobongan gol seperti itu. Kami kehilangan dua poin karena hal itu," ucap Jose Mourinho.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022