Suporter PAOK bentangkan spanduk protes genosida di stadion. (@RomanMajewskii/X).
JawaPos.com - Pertandingan antara PAOK dan Maccabi Tel Aviv berakhir imbang 0-0, tetapi tensi di luar lapangan jauh lebih panas. Aksi protes besar-besaran terkait genosida di Palestina mewarnai laga ini.
Dilansir dari AP News pada Kamis (25/9), suasana di Thessaloniki memanas ketika ribuan suporter dan demonstran menyuarakan penolakan terhadap klub Israel.
PAOK menjamu Maccabi Tel Aviv dalam laga fase grup kompetisi Liga Europa di Toumba Stadium, Thessaloniki, Rabu (24/9). Pertandingan berlangsung ketat dengan Maccabi sempat mencetak gol yang akhirnya dianulir karena offside dan laga berakhir tanpa gol.
Para suporter PAOK dilaporkan melakukan aksi protes keras sejak awal pertandingan. Mereka membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “Tunjukkan kartu merah untuk Israel” serta mengibarkan bendera Palestina.
Di luar stadion, dua aksi demonstrasi juga digelar dengan tuntutan agar klub Israel dikeluarkan dari kompetisi Eropa. Bahkan, ada spanduk bertuliskan “Genosida” yang dibentangkan dari sebuah bangunan yang juga menampung konsulat Amerika Serikat.
Situasi ini membuat pihak keamanan melakukan langkah ekstra ketat. Polisi Yunani mengerahkan operasi berskala besar, lengkap dengan anjing pelacak untuk memeriksa area stadion.
Tim khusus juga mengawal bus Maccabi Tel Aviv menuju stadion berkapasitas 28 ribu penonton itu. Sekitar 120 suporter Israel ditempatkan di balik barikade polisi untuk mencegah bentrokan. Beberapa demonstran pun sempat ditahan sebelum pertandingan dimulai.
Meskipun berlangsung dalam tekanan, pertandingan akhirnya berjalan sampai selesai. Suporter PAOK tetap menunjukkan penolakan simbolis dengan sorakan dan bendera. Beruntung, laga tuntas tanpa kericuhan besar.
Pertandingan PAOK vs Maccabi Tel Aviv kali ini meninggalkan jejak yang jauh lebih besar dari sekadar hasil imbang 0-0. Aksi protes keras di Thessaloniki menjadi sorotan internasional, sekaligus menunjukkan solidaritas nyata terhadap rakyat Palestina.
Dari spanduk hingga seruan lantang di stadion, suara penolakan atas kekerasan di Gaza bergema kuat di ranah sepak bola.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
