Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 02.29 WIB

Hwang Ui-Jo Dihukum KFA, Dilarang Main dan Melatih Sepakbola Korea Selatan Selama 20 Tahun

Hwang Ui-Jo saat membela timnas Korea Selatan. (ig @hwanguijo_official) - Image

Hwang Ui-Jo saat membela timnas Korea Selatan. (ig @hwanguijo_official)

JawaPos.com-Hwang Ui-Jo, penyerang timnas Korea Selatan, resmi dijatuhi hukuman berat oleh Asosiasi Sepakbola Korea Selatan (KFA). Pemain berusia 33 tahun ini dilarang terdaftar sebagai pemain maupun pelatih di sepak bola domestik Korea Selatan selama 20 tahun ke depan.

Keputusan ini diumumkan KFA setelah menyelesaikan investigasi terkait kasus video asusila yang menyeret nama Hwang. Otoritas sepak bola Korea menilai tindakan tersebut termasuk dalam kategori pelanggaran berat yang berkaitan dengan kejahatan seksual.

Dengan sanksi ini, pintu Hwang untuk kembali ke skuad timnas Korea Selatan pun tertutup rapat. KFA menegaskan bahwa hukuman otomatis membuatnya tidak memenuhi syarat untuk mengenakan seragam Taeguk Warriors, meskipun performanya di level klub cukup konsisten.

Hwang terakhir kali tampil untuk timnas pada 2023. Sejak menjalani debut bersama Timnas Korea Selatan pada 2015, dia sudah mencatat 62 caps dengan torehan 19 gol. Perannya kerap menjadi andalan di lini depan, termasuk di ajang Asian Games, Piala Asia, dan Olimpiade.

Meski dilarang berkiprah di sepakbola Korea Selatan, karir Hwang di luar negeri masih berlanjut. Sejak Januari 2024, dia bergabung dengan klub Turki, Alanyaspor. Bersama tim tersebut, dia sudah tampil sebanyak 33 pertandingan dan mencetak 8 gol hingga saat ini.

Hwang, yang lahir di Seongnam pada 28 Agustus 1992, dikenal sebagai penyerang dengan pergerakan lincah dan naluri gol tajam. Namun, kasus yang menimpanya kini membuat karir panjangnya di tanah kelahiran sendiri harus terhenti.

Reaksi Publik dan Masa Depan Hwang

Kasus Hwang Ui-Jo menjadi perbincangan hangat di kalangan publik Korea Selatan. Sebagian besar warganet menyayangkan tindakan sang pemain yang akhirnya berimbas pada karir.

Tak sedikit juga yang menilai hukuman ini sebagai langkah tegas KFA dalam menegakkan disiplin dan menjaga citra sepak bola Korea. Meski begitu, masa depan Hwang di sepakbola internasional masih belum jelas.

Selama klubnya di luar negeri tetap memberi dukungan, dia masih bisa melanjutkan karier profesionalnya. Namun peluang untuk kembali ke liga Korea Selatan maupun terjun ke dunia kepelatihan di negaranya praktis sudah tertutup.

Sebelum kasus ini mencuat, Hwang dikenal sebagai salah satu striker Korea Selatan yang cukup menonjol di kancah Eropa. Dia sempat bermain di Prancis bersama Bordeaux, lalu sempat dipinjamkan ke beberapa klub lain sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Turki.

Kontribusinya untuk timnas juga tidak bisa diabaikan. Dengan 19 gol internasional, Hwang sempat menjadi bagian penting dalam barisan penyerang Korea bersama nama-nama besar seperti Son Heung-min.

Namun kini, catatan karir apik tersebut harus dibayangi dengan hukuman panjang yang akan menghalangi langkahnya di sepak bola domestik.

Hukuman 20 tahun dari KFA terhadap Hwang Ui-Jo menjadi salah satu sanksi paling keras dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa tindakan di luar lapangan bisa berimbas besar pada karier profesional seorang atlet.

Hwang sendiri masih punya jalan di level klub, khususnya di luar negeri. Namun di tanah kelahiran, namanya akan absen lama setidaknya hingga dua dekade ke depan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore