
Manajer Manchester United Ruben Amorim. (X/@_ArsenalTeam)
JawaPos.com-Manajer Manchester United Ruben Amorim menegaskan tidak akan mengubah sistem taktis yang diterapkan di klub meski mendapat tekanan besar dari luar.
“Bahkan Paus pun tidak bisa membuat saya mengubah sistem di United,” ucap Amorim dalam konferensi pers.
Pernyataan tersebut menggambarkan ketegasan Amorim untuk tetap berpegang pada filosofi permainan yang dia bawa sejak awal. Sejak mengambil alih posisi pelatih pada November, Amorim memimpin United dengan formasi andalannya, 3-4-3 atau variasi dari sistem tersebut.
Dia menyebut formasi itu bukan sekadar pilihan taktik, melainkan bagian dari identitas kepelatihan. Mengubah sistem hanya karena desakan dari luar justru akan mengurangi kepercayaan para pemain terhadap dirinya.
"Bahkan Paus tidak akan mengubah (pemikiran) saya tentang ini. Ini adalah tanggung jawab saya. Ini adalah hidup saya," tandas Amorim.
"Jika saya seorang pemain dan saya memiliki pelatih yang berada di bawah banyak tekanan di seluruh dunia dan diberi tahu Anda harus mengubah sistem dan saya mengubahnya, mereka (para pemain) akan melihat saya dengan cara yang berbeda," ungkap Dia.
"Jadi, saya tidak akan mengubahnya, tetapi akan ada evolusi. Tapi kita perlu melakukan semua langkah yang baik (terlebih dahulu)," tegas Amorim dikutip melalui laman The Guardian, Sabtu (20/9).
Awal musim ini, United menghadapi hasil yang kurang memuaskan. Dari beberapa laga pembuka Premier League, tim belum menunjukkan konsistensi, ditambah dengan tersingkirnya United lebih awal di Carabao Cup dari tim divisi lebih rendah, Grimsby. Situasi tersebut memicu kritik yang menyoroti kekakuan formasi Amorim.
Beberapa pengamat menilai sistem itu kerap membuat lini depan, khususnya penyerang Benjamin Sesko, kekurangan dukungan. Meski menolak perubahan drastis, Amorim menjelaskan bahwa dia tetap membuka ruang untuk penyempurnaan.
Sistem yang dia pakai akan terus mengalami evolusi sesuai kebutuhan tim, namun tidak akan diganti sepenuhnya. Amorim menegaskan tanggung jawab sebagai pelatih adalah menjaga konsistensi dan arah permainan yang jelas bagi para pemain.
"Jika Anda ingat Arsenal (di pertandingan pembuka musim), kami melewatkan banyak (peluang). Burnley, kami melewatkan banyak. Fulham di awal, kami melewatkan banyak," ujar pelatih asal Portugal tersebut.
"Melawan City, Sesko terlihat sendirian di dalam kotak penalti, saya setuju. Di sepertiga akhir lapangan, kami sering sampai di sana, (tetapi) ketika saya melihat ke kotak penalti, Ben sendirian. Kami tidak bisa mencetak gol dengan cara seperti itu. Tapi (secara keseluruhan) saya rasa tim ini tidak sama di departemen itu dibandingkan tahun lalu," ucap dia.
Pernyataan Amorim memperlihatkan sikap tegasnya dalam menghadapi tekanan publik dan media. Dia memilih untuk mempertahankan prinsip serta keyakinan yang sudah menjadi dasar dari metode kepelatihannya, sembari melakukan penyesuaian kecil agar tim bisa berkembang lebih baik di kompetisi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
