
Erling Haaland torehkan gol ke-50 di Liga Champions saat kontra Napoli. (Dok. Instagram Erling)
JawaPos.com - Malam di Etihad berubah jadi catatan sejarah baru untuk Erling Haaland. Striker Norwegia itu kembali menegaskan statusnya sebagai mesin gol paling mematikan di Liga Champions bersama Manchester City. Satu sundulan tipis ke pojok gawang Napoli cukup untuk membuatnya menorehkan rekor sebagai pencetak 50 gol tercepat di ajang paling bergengsi Eropa itu.
Melansir dari Daily Mail Sport, Haaland hanya butuh 49 pertandingan. Bandingkan dengan Ruud van Nistelrooy (62), Lionel Messi (66), hingga Cristiano Ronaldo (91). Bahkan Thierry Henry saja harus menunggu sampai 103 laga. "Apa yang bisa saya katakan? Angka-angka itu sudah bicara sendiri. Kami beruntung punya dia," ucap Pep Guardiola dilansir melalui Daily Mail Sport.
Guardiola bahkan tak ragu menyandingkan Haaland dengan nama-nama besar. "Van Nistelrooy, Lewandowski, dua monster Cristiano dan Messi. Untuk Erling bisa ada di level itu sungguh luar biasa. Tidak mudah menjadi top skor Liga Champions. Dia bisa bermain 10 tahun lagi, kalau progres ini terjaga, itu benar-benar mungkin," lanjutnya.
Malam itu memang bukan sekadar tentang Haaland. Kombinasinya dengan Phil Foden jadi jawaban City atas Napoli yang keras kepala. Gol pembuka hadir dari umpan anggun Foden, diakhiri sundulan Haaland yang lebih sulit dieksekusi daripada terlihat. Jeremy Doku kemudian menutup pesta lewat aksi solo spektakuler, melewati tiga pemain sebelum menaklukkan Vanja Milinkovic-Savic.
Dikutip dari Daily Mail, terdapat cerita lain yang membuat atmosfer terasa lebih emosional yaitu kepulangan Kevin De Bruyne. Sang maestro Belgia yang kini berseragam Napoli kembali menginjak Etihad dengan rasa canggung di hadapan para fans. Sejak masuk lewat lorong samping jalan yang bahkan tak pernah ia lalui selama satu dekade di City hingga mendengar seluruh stadion melantunkan chant The White Stripes yang dulu identik dengan namanya.
Hanya 122 hari setelah perpisahan, De Bruyne kembali. Tapi rasa hangat itu berakhir cepat. Menit ke-26, insiden antara Haaland dan Giovanni Di Lorenzo berujung kartu merah untuk sang kapten Napoli. Antonio Conte pun terpaksa mengorbankan De Bruyne demi menyeimbangkan formasi. Wajahnya pasrah, langkahnya berat, namun ia paham keputusan itu demi tim.
City sendiri sempat dibuat frustrasi dengan disiplin khas tim Italia. "Kami bermain melawan 10 orang, tapi bertahan melawan tim Italia itu selalu luar biasa sulit. Fokus dan daya tahan mereka saya sangat kagumi," kata Guardiola.
Meski begitu, hasil akhirnya tetap milik City. Foden, Haaland, dan Doku menjelma trio produktif yang membuat Guardiola tersenyum lega, hanya beberapa hari setelah derby Manchester yang juga berakhir manis.
Untuk City, ini awal yang sempurna di fase grup. Untuk Haaland, ini bukti bahwa catatan sejarah hanyalah langkah awal. Dan untuk De Bruyne? Pulang memang bisa terasa hangat sekaligus aneh apalagi ketika rumah lama sudah punya pahlawan baru di tengah lapangan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
