
Kylian Mbappe. (Ig @realmadrid)
JawaPos.com - Kylian Mbappe kembali menunjukkan kelasnya di panggung terbesar Eropa. Dua gol dari titik putih yang ia cetak memastikan Real Madrid membalikkan keadaan dan mengalahkan Olympique de Marseille 2-1 dalam laga pembuka fase grup Liga Champions, Rabu (17/9) dini hari WIB.
Pada malam di mana Los Blancos kesulitan memanfaatkan peluang terbuka, ketenangan Mbappe menjadi pembeda. Sang penyerang tampil sebagai eksekutor utama dan tidak gentar dalam situasi penuh tekanan.
Madrid pun pulang dengan tiga poin, meski kemenangan tersebut dibayangi kontroversi terkait keputusan penalti.
Fokus pada Kemenangan
Usai pertandingan, Mbappe menegaskan bahwa atmosfer Liga Champions di Bernabéu selalu menghadirkan energi khusus, bahkan ketika tim harus bermain dengan 10 orang.
“Senang rasanya bisa berada di sini dan menikmati malam Liga Champions lainnya. Malam yang agak rumit karena kami bermain dengan 10 orang untuk sementara waktu, tetapi kami mendapatkan semangat itu dari Liga Champions di Bernabéu,” ujarnya dikutip dari laman resmi Real Madrid.
Pemain berusia 26 tahun itu menambahkan bahwa hasil akhir adalah segalanya.
“Selalu seperti itu di Bernabéu, apa pun yang terjadi. Kami selalu berharap bisa menang. Hari ini kami menang dan kami sangat bahagia.”
Meski mencetak dua gol penentu, Mbappe menolak label sebagai pemimpin tunggal. Ia lebih menekankan pada perannya sebagai bagian dari tim.
“Saya merasa sangat baik. Saya tidak terlalu memikirkan menjadi pemimpin, saya hanya memikirkan menjadi diri saya sendiri. Saya ingin membantu rekan satu tim dan tim saya. Ini adalah hal-hal yang datang secara alami, yang tidak diminta.”
Ia juga menyinggung perannya dalam mendukung generasi muda di skuad.
“Saya merasa nyaman di tim ini. Ada banyak pemain yang lebih muda dari saya dan saya harap saya bisa membantu mereka mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Saya ingin kita semua bergerak bersama ke arah yang sama untuk memenangkan gelar.”
Intruksi Xabi Alonso
Di sisi lain, Mbappe mengungkap instruksi spesifik dari manajer Xabi Alonso. Sang pelatih menginginkan pressing agresif dari lini depan untuk merebut bola lebih cepat.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
