Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 00.28 WIB

Pelatih Ruben Amorim di Ujung Tanduk, Manchester United Terpuruk di Peringkat 14!

Usai kalah telak 3-0 atas Manchester CIty, masa depan kepelatihan Amorim bersama Setan Merah dipertanyakan. (Getty Images) - Image

Usai kalah telak 3-0 atas Manchester CIty, masa depan kepelatihan Amorim bersama Setan Merah dipertanyakan. (Getty Images)

JawaPos.com-Masa depan Ruben Amorim sebagai manajer Manchester United kini berada di persimpangan meski baru empat laga musim ini berjalan.

Kekalahan 0-3 dari rival sekota, Manchester City, kembali membuka luka lama. Melansir dari Daily Mail Sport, Sir Jim Ratcliffe tampak menutup wajah dengan kedua tangan, seolah tak sanggup lagi menyaksikan pertunjukan muram tim yang baru saja menghabiskan dana lebih dari GBP 200 juta untuk belanja pemain.

Gary Neville, legenda United tak bisa menyembunyikan kegelisahan terkait masa depan Setan Merah di bawah asuhan Ruben Amorim.

"Man United ada di posisi 14, dan ini baru empat pertandingan. Kita tidak bisa memasuki Oktober masih berada di peringkat 14 atau 15. Kalau itu terjadi, manajer akan berada dalam masalah. Mereka harus segera mulai menang," tegas Neville, dikutip dari Daily Mail Sport.

Menanggapi hal tersebut, Amorim tetap keras kepala. Setelah pertandingan, pelatih asal Portugal itu menegaskan tidak akan berkompromi dengan sistem dan filosofinya.

"Kalau klub ingin perubahan, mereka harus mencopot saya. Saya tidak akan mengubah cara saya melatih," tegas Amorim.

Namun bagi Neville, sinyal bahaya sudah terlihat jelas mengenai masa depan Amorim bersama Setan Merah.

"Saya khawatir dengan sang manajer, khawatir dengan apa yang akan terjadi beberapa pekan ke depan. Saya sudah melihat film ini sebelumnya," ujar Neville.

Statistik pun tak berpihak. Sejak ditunjuk, Amorim hanya meraih 31 poin dari 31 laga liga Inggris. Hal ini merupakan catatan terburuk sepanjang sejarah klub di era Premier League.

Bahkan, dengan persentase kemenangan 36,17 persen, Amorim kini tercatat sebagai manajer permanen United dengan catatan terburuk sejak Perang Dunia II.

Danny Simpson, eks bek United, juga ikut menyuarakan kritik. Namun, fokusnya tertuju pada beberapa pemain yang dinilai tidak cocok dengan Premier League.

"Bola dikasih ke Patrick Dorgu di kiri, City sengaja membiarkan karena tahu dia tidak akan menyakiti mereka. Amad Diallo bisa memberi sesuatu, tapi dengan Dorgu, Mazraoui, atau Dalot, itu tidak akan berhasil di Premier League. Saya bahkan kasihan pada Benjamin Sesko. Dia berusaha, tapi tidak ada yang bisa dilakukan," kata Simpson.

Kritik serupa datang dari Roy Keane, legenda lain United yang terkenal blak-blakan. Menurut dia masalah United bukan sekadar sistem, melainkan absennya kualitas nyata.

"Tim ini lemah di pertahanan, tidak mencetak banyak gol, dan masalahnya sama seperti musim lalu. Kita terus membuat alasan, katanya butuh pramusim, butuh pemain baru. Mereka sudah dapat semua itu, bahkan belanja menghabiskan anggaran sebesar GBP 200 juta. Tapi di mana tanda-tanda perbaikannya?" sindir Keane.

Yang lebih mengkhawatirkan bagi Keane adalah potensi hilangnya kepercayaan pemain pada metode Amorim.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore