
Alejandro Garnacho. (Ig @chelseafc)
JawaPos.com - Alejandro Garnacho menjadi sorotan tajam setelah melakukan kesalahan krusial yang berujung pada hilangnya kemenangan Chelsea di menit akhir melawan Brentford.
Dalam laga yang berakhir imbang 2-2 pada Sabtu malam, sebagaimana dilansir dari skysports.com, pemain berusia 21 tahun itu dianggap lalai menjaga Fabio Carvalho yang akhirnya mencetak gol penyeimbang dramatis di menit ke-93.
Chelsea sebenarnya sempat membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-1 di babak pertama akibat gol Kevin Schade.
The Blues bangkit di babak kedua lewat aksi Cole Palmer dan sepakan keras Moises Caicedo di menit ke-85 yang membawa tim asuhan Enzo Maresca unggul 2-1. Namun, konsentrasi yang buyar di penghujung laga membuat kemenangan mereka sirna.
Jamie Redknapp, analis Sky Sports, tak segan mengkritik Garnacho. Menurutnya, sang winger gagal menjalankan tugas bertahan saat momen krusial terjadi.
“Yang terjadi seiring perkembangannya adalah inilah pertarungan kunci. Garnacho punya tugas yang harus dilakukan, dia harus menjaga Carvalho. Sesederhana itu," jelasnya.
"Jangan sampai kehilangan dia, kamu sekarang salah satu pemain bertahan di sini. Kalau dia berhasil masuk di belakangmu, kamu yang rugi,” ujar Redknapp dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa semua pemain Chelsea sudah berusaha memenangkan duel udara di kotak penalti, namun kelengahan Garnacho justru membuka ruang bagi Carvalho untuk mencetak gol.
“Tapi Garnacho justru tertidur di momen krusial. Bola datang, Garnacho tidak fokus, mereka mendapat kontak dan di sanalah Carvalho berada di tiang belakang,” tambahnya.
Garnacho sendiri baru saja pindah ke Stamford Bridge dari Manchester United dengan mahar £40 juta.
Ia sempat mencuri perhatian pada debutnya ketika memberikan assist untuk gol spektakuler Caicedo, namun performa kontra Brentford menunjukkan sisi rapuhnya dalam bertahan.
Usai pertandingan, Enzo Maresca mencoba meredam kekecewaan meski mengakui dua poin hilang begitu saja.
“Saya rasa begitu, ya. Di babak kedua kami mencetak dua gol, kami seharusnya bisa mencetak dua atau tiga lagi. Cole punya peluang, Pedro [Neto] juga punya peluang. Sayangnya, kami kehilangan dua poin hanya dalam dua atau tiga menit terakhir,” kata pelatih asal Italia tersebut.
Maresca juga menyoroti perbedaan penampilan timnya di dua babak.
“Kami jauh, jauh lebih baik di babak kedua. Di babak pertama, kami kesulitan karena berbagai alasan. Tapi setelah istirahat, kami mampu mengendalikan permainan dan mencetak gol. Sayangnya, di penghujung laga kami kehilangan fokus.”

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
