Joseph Oosting tak lagi menjadi pelatih kepala FC Twente. (Dok. Twente)
JawaPos.com - FC Twente resmi mengumumkan pemecatan pelatih kepala mereka, Joseph Oosting. Namun, ada pemandangan unik ketika Oosting masih terlihat mendampingi tim di pinggir lapangan saat laga uji coba melawan klub Jerman, Alemania Aachen, pada Kamis (4/9/2025) di Stadion De Grolsch Veste.
Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan Twente 0-2 dari tim kasta ketiga Liga Jerman itu.
Gol kemenangan Alemania Aachen dicetak oleh Gianluca Gaudino pada menit ke-32 dan Sunday Elekwa pada menit ke-62. Hasil itu semakin menambah catatan buruk Twente yang tengah terpuruk sejak awal musim Eredivisie 2025/2026.
Direktur Teknik FC Twente, Jan Streuer, dalam wawancara dengan Voetbal Internasional menegaskan bahwa keputusan memecat Oosting sebenarnya sudah dibuat sebelum laga uji coba tersebut.
“Keputusan The Tukkers untuk berpisah dengan Joseph Oosting sudah final, hanya saja belum ada pertemuan resmi yang dijadwalkan untuk merampungkan proses itu,” kata Streuer.
Hal itu menjelaskan mengapa Oosting tetap terlihat memimpin tim meski statusnya sudah tidak lagi sebagai pelatih utama secara resmi.
Situasi ini cukup membingungkan bagi para suporter yang hadir di stadion, karena mereka masih melihat pelatih berusia 52 tahun itu berdiri di pinggir lapangan.
Pemecatan Oosting tidak lepas dari performa buruk FC Twente di empat laga awal Eredivisie musim ini. Dari empat pertandingan, Twente hanya mampu meraih satu hasil imbang, sementara tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Catatan tersebut membuat mereka terdampar di peringkat 14 klasemen sementara.
Padahal musim lalu, Twente berhasil finis di posisi keenam dan sempat bersaing diperebutan juara Eredivisie.
Ekspektasi publik tentu lebih tinggi musim ini, terlebih dengan target untuk kembali bersaing di zona Eropa.
Namun, rentetan hasil mengecewakan di awal musim membuat manajemen klub tidak bisa menunggu lebih lama.
Pertandingan melawan Alemania Aachen awalnya dijadwalkan sebagai ajang pemanasan sekaligus mencoba beberapa rotasi pemain. Sayangnya, hasil di lapangan kembali mengecewakan.
Meski tampil di kandang sendiri, De Grolsch Veste, Twente gagal menunjukkan dominasi atas lawan yang statusnya jauh di bawah mereka. Aachen, yang berkompetisi di kasta ketiga Liga Jerman, justru mampu tampil lebih efektif.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
