Timnas Inggris mengelilingi stadion yang lengang setelah pertandingan kontra Andorra. (Dok. FA)
JawaPos.com - Inggris berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-0 atas Andorra dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, kemenangan ini sedikit kurang meriah karena kursi stadion tidak terisi penuh. Stadion Villa Park tampak lengang.
Timnas Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel dianggap tidak menarik dan menjanjikan. Permainan Inggris dianggap kurang hidup sehingga membuat atmosfer stadion terasa mati.
Inggris memang berhasil menang, juga memimpin Grup K, namun, era baru yang dijanjikan saat Tuchel menggantikan Sir Gareth Southgate setelah Euro 2024 belum terlihat. Inggris tampak belum memiliki identitas permainan yang jelas dan, dibandingkan era Southgate, tim bisa dikatakan stagnan.
Inggris berhasil mendominasi permainan dengan penguasaan bola 83 persen, sementara Andorra nyaris tidak bisa keluar dari setengah lapangan. Namun, gol baru datang pada menit ke-25, gol itu pun tercipta karena bunuh diri dari Christian Garcia yang salah menyundul umpan silang Noni Madueke hingga melewati kiper Iker Alvarez. Gol kedua dicetak Declan Rice dengan sundulan memanfaatkan umpan Reece James pada menit ke-67.
Inggris yang berhadapan dengan Andorra dengan peringkat FIFA 174 dunia dinilai seharusnya bisa menang dengan banyak selisih gol. Era mencetak delapan atau sembilan gol dalam pertandingan internasional kompetitif tampaknya sudah berlalu.
Bahkan, kekalahan dua gol Andorra bisa dianggap sebagai hasil yang relatif memuaskan.
Elliot Anderson dari Nottingham Forest menjalani debutnya dan menjadi salah satu pemain paling menonjol. Marcus Rashford kembali dimainkan di sisi kiri, tapi penampilan sang penyerang yang dipinjamkan ke Barcelona dari Manchester United kurang menonjol, sementara kapten Harry Kane kesulitan dan Eberechi Eze tetap di pinggiran permainan.
“Saya pikir kami melewatkan beberapa momen kecil untuk mempercepat permainan,” kata Tuchel. “Mungkin Eberechi Eze tidak berada di performa terbaiknya di posisi nomor 10. Dia berlatih sangat baik tapi sedikit kesulitan dalam pengambilan keputusan,” tambah Tuchel.
Tuchel menegaskan Rashford tetap winger kiri, tapi jika performa seperti ini berlanjut, ia mungkin harus mencari alternatif menghadapi Serbia di Beograd, laga yang diprediksi menjadi ujian terberat kepemimpinannya.
Statistik Pertandingan melawan Andorra menunjukkan ada penurunan dibanding pertemuan sebelumnya pada Juni lalu. Tembakan turun dari 20 menjadi 11, peluang besar dari enam menjadi empat, sentuhan di kotak lawan dari 52 menjadi 41, sementara ekspektasi gol turun dari 4 menjadi 2,21. Persentase umpan maju masih diangka 23 persen, sama seperti sebelumnya.
Tuchel tetap yakin tim bergerak ke arah yang benar, meski perlahan. “Kami melewatkan beberapa momen kecil untuk mempercepat permainan. Eberechi Eze tidak berada di performa terbaiknya di posisi nomor 10, dan beberapa umpan terakhir tidak cukup klinis. Marcus Rashford punya beberapa momen bagus tapi tidak bisa menghasilkan assist,” kata Tuchel.
Pertandingan ini menjadi laga pertama Inggris di Villa Park dalam 20 tahun. Meskipun kemenangan diraih, performa tim belum memuaskan penggemar yang hadir. Inggris tetap memimpin Grup K, tapi era baru di bawah Tuchel masih menunggu bukti nyata di lapangan, terutama saat menghadapi lawan yang lebih tangguh di laga-laga berikutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
