
Ilustrasi - Timnas Jepang bantai Indonesia 6-0 di kandang samurai biru. (@japanfootballassociation/Instagram)
JawaPos.com - Kasus salah registrasi menimpa seorang siswa SMP keturunan campuran di Jepang.
Meskipun memiliki kewarganegaraan Jepang sejak lahir, sang siswa justru didaftarkan sebagai warga negara asing oleh klub sepak bola tempatnya bergabung. Akibat kelalaian administrasi ini, siswa yang tidak disebutkan namanya itu bahkan sempat dilarang tampil di pertandingan resmi.
Dilansir dari Asahi Shimbun (25/8), seorang siswa tahun pertama SMP di Prefektur Kochi, Jepang, mengalami diskriminasi administratif setelah klub sepak bolanya secara sepihak mendaftarkan dirinya sebagai warga negara asing.
Padahal, berdasarkan hukum kewarganegaraan Jepang, ia otomatis memperoleh status warga negara Jepang sejak lahir karena ibunya adalah warga negara Jepang.
Kesalahan ini bermula dua tahun lalu, ketika sang siswa masih duduk di bangku kelas 5 SD. Tanpa konfirmasi kepada orang tua, staf klub mendaftarkannya sebagai warga Negara Amerika dalam sistem Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA).
Dugaan awal, kesalahan tersebut muncul karena nama siswa yang mengandung unsur katakana dan latar belakang keluarga yang campuran.
Masalah semakin pelik saat sang ibu menerima pesan dari kepala klub pada Maret 2025 yang mempertanyakan kewarganegaraan putranya.
Ketika keluarga menjelaskan bahwa anak mereka warga Jepang, klub justru meminta mereka mengisi formulir perubahan kewarganegaraan dengan alasan naturalisasi.
Akibat menolak menandatangani formulir yang tidak sesuai fakta, siswa tersebut dilarang bermain pada pertandingan resmi pada 8 Juni. Namun, karena khawatir karier sang anak terganggu, orang tua akhirnya menandatangani formulir pada 11 Juni dengan terpaksa.
JFA kemudian menyatakan bahwa cukup dengan menunjukkan paspor Jepang untuk membetulkan status tersebut. Namun, formulir naturalisasi sudah terlanjur dimasukkan ke dalam sistem. Situasi ini membuat sang siswa akhirnya keluar dari klub pada akhir Juli.
Dalam tanggapannya, JFA menyesalkan kesalahan registrasi tersebut dan menegaskan bahwa peristiwa ini tidak seharusnya terjadi.
“Kasus ini adalah yang pertama di mana alasannya adalah koreksi dan kami menyadari perlunya memperjelas bahasa yang digunakan,” ujar perwakilan JFA, dilansir dari Asahi Shimbun.
Kasus ini menjadi sorotan publik Jepang karena menyangkut isu identitas dan diskriminasi administratif terhadap anak keturunan campuran. Ke depan, JFA diharapkan tidak hanya memperbaiki aturan registrasi, tetapi juga meningkatkan pemahaman tentang keberagaman agar hak setiap pemain dapat terlindungi dengan baik.
“Memikirkan apa yang mungkin dirasakan pemain, kami sangat menyesal. Sebagai JFA, kami percaya bahwa komunikasi yang lebih baik dengan klub seharusnya bisa membuat proses berjalan lebih lancer,” jelas pihak JFA.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
