
Pep Guardiola. (Instagram @pepteam)
JawaPos.com - Manchester City mendapat peringatan serius jelang laga panas melawan Tottenham Hotspur akhir pekan ini di ajang Liga Inggris 2025/2026. Pertandingan yang bakal digelar di Etihad Stadium itu dianggap sebagai ujian nyata bagi pasukan Pep Guardiola, meski The Citizens baru saja tampil garang saat membantai Wolverhampton Wanderers 4-0.
Pakar sekaligus penggemar setia City, Steven McInerney dari kanal Esteemed Kompany, menyebut laga kontra Tottenham bisa menjadi ‘massive banana skin’ atau jebakan besar bagi City. Ia menilai, meski tim asuhan Guardiola terlihat superior di laga perdana, Spurs di bawah arahan pelatih anyar Thomas Frank punya potensi besar untuk membuat kejutan.
Baik Manchester City maupun Tottenham sama-sama mengawali musim dengan kemenangan telak. City begitu perkasa saat melibas Wolves 4-0, sementara Spurs membuka era baru bersama Frank dengan menghancurkan Burnley 3-0 di kandang.
Dalam wawancaranya bersama media Inggris Sport Mole, McInerney menilai performa City di Molineux pekan lalu menunjukkan kualitas juara. Namun, ia menegaskan bahwa ujian sebenarnya baru akan dimulai dalam rentang jadwal sulit, termasuk menghadapi Tottenham, Brighton & Hove Albion, Manchester United, hingga Arsenal.
“Jika City bisa melewati rentetan laga berat ini dengan hasil positif, mereka sudah layak disebut kandidat terkuat juara sejak awal musim,” katanya.
Meski digdaya di kompetisi domestik, City kerap kesulitan kala berjumpa Tottenham. Dari 18 pertemuan terakhir di semua ajang, hasilnya seimbang: City meraih 8 kemenangan, kalah 8 kali, dan sisanya seri. Bahkan, dalam pertemuan terakhir di Etihad musim lalu, Spurs sukses mempermalukan City dengan skor telak 4-0 di bawah komando Ange Postecoglou.
Sayangnya, salah satu pahlawan kemenangan saat itu, James Maddison, tidak bisa tampil akhir pekan ini karena cedera jangka panjang. Namun, McInerney percaya bahwa Spurs masih memiliki kualitas mumpuni untuk menyulitkan City.
Menurut McInerney, Thomas Frank membawa warna berbeda di tubuh Tottenham. “Mereka akan bermain agresif dan jauh lebih terorganisir dibanding musim lalu, karena Frank adalah manajer yang hebat,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan deretan pemain Spurs yang patut diwaspadai, mulai dari full-back kreatif Djed Spence dan Pedro Porro, duet bek tengah Cristian Romero-Micky van de Ven, hingga kiper Guglielmo Vicario yang tampil solid.
Di lini tengah, nama-nama muda berbakat seperti Pape Matar Sarr, Archie Gray, dan Lucas Bergvall membuat Spurs lebih dinamis. Sementara di lini depan, ada Brennan Johnson yang konsisten mencetak gol, Mohammed Kudus yang langsung memberi dampak sejak direkrut, serta Richarlison yang sudah berpengalaman di level internasional bersama Brasil.
“Bahkan opsi di bangku cadangan juga menakutkan. Masih ada Mathys Tel, Wilson Odebert, Joao Palhinha, Dominic Solanke, hingga Rodrigo Bentancur. Spurs akan sangat merepotkan banyak tim musim ini,” ujar McInerney.
Meski optimistis City tetap lebih unggul, McInerney tetap mengingatkan soal bahaya yang dibawa Tottenham. “Saya cukup percaya diri karena laga digelar di kandang, tapi ini tetap tantangan besar. Spurs bisa jadi banana skin buat City. Mereka punya banyak talenta, dan saya tak akan kaget kalau kami terpeleset,” katanya.
Ia bahkan memperkirakan City kemungkinan besar akan kebobolan lebih dulu, meski pada akhirnya bisa membalikkan keadaan.
“Saya prediksi City menang 3-1. Mungkin kami kebobolan lebih dulu, tapi kualitas City akan keluar pada akhirnya,” tambahnya.
McInerney juga menyinggung potensi rotasi Guardiola. Ia memprediksi gelandang anyar Tijjani Reijnders yang tampil gemilang di laga debut akan kembali dipercaya menemani Bernardo Silva dan Nico Gonzalez di lini tengah. Sementara di posisi bek kanan, Matheus Nunes diperkirakan bakal menggantikan Rico Lewis demi menambah kekuatan fisik menghadapi agresivitas Spurs.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
