Liverpool skuad saat hadapi Crystal Palace dalam pertandingan Community Shield. (Instagram @liverpoolfc)
JawaPos.com – Pertandingan Community Shield 2025 di Wembley antara Liverpool dan Crystal Palace berakhir dramatis melalui adu penalti. Crystal Palace keluar sebagai pemenang setelah skor imbang 2-2 di waktu normal.
Laga ini menghadirkan banyak momen penting, mulai dari gol cepat, penyelamatan gemilang, hingga drama adu penalti.
Berikut empat fakta jalannya pertandingan Liverpool dengan Crystal Palace seperti dilansir dari laman ESPN pada Senin (11/8).
Baca Juga: Al Hilal Datangkan Darwin Nunez dari Liverpool Guna Perkuat Lini Depan Pada Tiga Musim Mendatang
Liverpool membuka keunggulan pada menit ke-4 melalui Hugo Ekitike yang memanfaatkan umpan Florian Wirtz. Crystal Palace menyamakan kedudukan lewat penalti Jean-Philippe Mateta di menit ke-17 setelah pelanggaran Virgil van Dijk.
Empat menit berselang, Jeremie Frimpong mengembalikan keunggulan Liverpool melalui gol yang awalnya tampak sebagai umpan silang. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum dengan tempo permainan yang tetap tinggi.
Di babak kedua, Ekitike menyia-nyiakan dua peluang emas untuk memperbesar keunggulan Liverpool. Crystal Palace bangkit melalui serangan cepat dan memaksa Alisson bekerja keras menahan peluang Eberechi Eze.
Ismaila Sarr kemudian mencetak gol penyeimbang di menit ke-77 memanfaatkan umpan Adam Wharton. Skor imbang 2-2 membawa laga ke babak adu penalti.
Adu penalti dimulai dengan kegagalan Mohamed Salah yang menendang bola terlalu tinggi di atas gawang. Dean Henderson tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi Alexis Mac Allister dan Harvey Elliott.
Cody Gakpo dan Sarr berhasil menjalankan tugasnya, sementara Borna Sosa membentur mistar untuk Palace. Justin Devenny memastikan kemenangan 3-2 Palace dengan tembakan keras melewati Alisson.
Dean Henderson menjadi pahlawan dengan dua penyelamatan krusial di babak adu penalti. Keberhasilan Palace di Community Shield melengkapi trofi Piala FA yang mereka raih pada Mei.
Lini serang Palace menunjukkan efektivitas meski kalah dalam penguasaan bola. Kemenangan ini menandai awal musim yang menjanjikan bagi skuad asuhan Oliver Glasner.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
